Rabu, 18 Agu 2021 11:58 WIB

Jenis-jenis Sakit Kepala dan Cara Mudah Menanganinya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Shot of stressed business woman working from home on laptop looking worried, tired and overwhelmed. Foto: Getty Images/iStockphoto/nensuria
Jakarta -

Masalah sakit kepala tentu saja tak bisa disepelekan. Tak hanya mengganggu produktivitas, sakit kepala bisa menjadi pertanda gangguan pada tubuh.

Mengingat ada banyak jenis sakit kepala, penting untuk mengenali jenisnya lebih dulu agar bisa ditangani dengan benar. Dirangkum detikcom dari beragam sumber, berikut jenis-jenis sakit kepala dan cara menanganinya:

1. Migrain

Pada kasus migrain atau sakit kepala sebelah, seseorang merasakan nyeri atau denyut hanya pada satu sisi kepala. Kemungkinan, hal ini dipicu oleh peningkatan kepekaan terhadap cahaya, suara, dan bau. Pada beberapa kasus, pengidap migrain mengalami mual dan muntah.

Migrain bisa terjadi berulang. Umumnya, migrain dipicu oleh:

  • Stres dan kecemasan
  • Gangguan tidur
  • Perubahan hormonal
  • Melewatkan makan
  • Dehidrasi
  • Konsumsi makanan atau obat-obatan tertentu
  • Lampu terang dan suara keras

Untuk meminimalkan migrain, cobalah beristirahat di tempat yang gelap dan tenang, kompres dahi dengan es dan kain dingin, serta minum banyak air putih.

Obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas seperti ibuprofen atau aspirin dapat dikonsumsi untuk meredakan sakit kepala.

Kapan perlu waspada?

Dikutip dari Medical News Today, sepertiga pengidap migrain mengalami gangguan visual dan sensorik yang umumnya berlangsung selama 5 menit sampai 1 jam. Gangguan ini mencakup muncul sensasi garis zig-zag, kedip, atau bintik-bintik, pengelihatan berkurang, mati rasa, kelemahan otot, hingga kesulitan berbicara.

Namun jika gejala tersebut muncul secara intens, bisa jadi mengindikasikan stroke atau meningitis. Maka itu, segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

2. Sakit kepala tegang

Pada sakit kepala tegang, nyeri terasa di seluruh area kapala. Tidak berdenyut seperti pada migrain, namun terasa di sekitar leher, dahi, kulit kepala, hingga otot bahu. Kondisi ini berlangsung dalam 30 menit hingga beberapa jam.

Umumnya, jenis sakit kepala ini dipicu oleh stres. Namun pemicu potensial lainnya yakni dehidrasi, suara terlalu keras, kurang olahraga, kurang tidur, postur tubuh yang buruk, melewatkan makan, dan mata lelah.

Sembari diseimbangi perbaikan gaya hidup, obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas seperti ibuprofen dan aspirin kerap dikonsumsi untuk meredakan sakit kepala tegang. Namun jika sakit kepala timbul lebih dari 15 hari, segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "EMA: Vaksin Corona Tidak Ganggu Siklus Menstruasi Wanita"
[Gambas:Video 20detik]