Rabu, 18 Agu 2021 11:58 WIB

Jenis-jenis Sakit Kepala dan Cara Mudah Menanganinya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Shot of stressed business woman working from home on laptop looking worried, tired and overwhelmed. Foto: Getty Images/iStockphoto/nensuria

3. Sakit kepala kluster

Sakit kepala kluster umumnya ditandai sensasi terbakar dan menusuk, seringkali di area belakang satu mata atau satu sisi wajah. Terkadang timbul pembengkakan atau kemerahan di sisi kepala yang terkena, disertai hidung tersumbat dan mata berair.

Jenis kepala ini terjadi secara berurutan, dengan durasi 15 menit hingga 3 jam. Kebanyakan pengidap sakit kepala kulster mengalami satu sampai empat kali sakit kepala sehari. Setelah satu teratasi, sakit kepala lainnya menyusul.

Serangkaian sakit kepala cluster bisa terjadi setiap hari berbulan-bulan. Pada bulan-bulan antara cluster, individu mungkin tak merasakan gejala sama sekali.

Hingga kini, dokter belum mengetahui pasti penyebab sakit kepala kluster. Namun umumnya, penyakit ini diidap oleh pria perokok aktif. Mengobatinya, setelah diagnosis, dokter mungkin merekomendasikan terapi oksigen, dan sumatriptan (Imitrex) atau anestesi lokal (lidokain) untuk meredakan nyeri.

4. Sakit kepala menstruasi

Sakit kepala kerap terkait perubahan kadar hormon. Pada wanita, migrain sering dikaitkan dengan menstruasi karena perubahan alami kadar estrogen.

Migrain menstruasi berkembang beberapa hari sebelum atau selama periode menstruasi, kadang selama ovulasi.Tak disertai gangguan visual dan sensorik, namun bisa bertahan lebih lama.

Sakit kepala terkait hormon juga dapat disebabkan oleh

  • Kontrasepsi oral
  • Menopause
  • Kehamilan

Pengobatan sakit kepala menstruasi umumnya sama dengan pengobatan migrain.

5. Sakit kepala karena kecanduan kafein

Konsumsi kafein secara berat, misalnya mencapai 4 cangkir per hari kerap jadi pemicu sakit kepala. Kondisi ini biasanya berkembang dalam 24 jam setelah tiba-tiba berhenti minum kopi.

Umumnya, sakit kepala gara-gara kafein disertai gejala beruapa kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, suasana hati yang buruk atau lekas marah, dan mual.

Efek kafein bervariasi pada tiap orang. Namun untuk mengatasi jenis sakit kepala satu ini, mengurangi asupan kafein secara perlahan bisa dicoba. Pengidap migrain kronis juga direkomendasikan untuk membatasi konsumsi kafein.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Wanita Menstruasi Aman dari Gagal Jantung, Benarkah? "
[Gambas:Video 20detik]

(vyp/kna)