ADVERTISEMENT

Rabu, 18 Agu 2021 12:37 WIB

Peneliti Pastikan Vaksin Merah Putih Unair Sudah Diuji pada Varian Delta Cs

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Ketua peneliti vaksin Merah Putih Prof Dr Fedik Abdul R dari Universitas Airlangga (Unair) memastikan vaksin COVID-19 berteknologi inactivated diuji pada varian baru Corona termasuk varian Delta. Ada 7 isolat varian Delta yang disiapkan untuk analisis atau uji tantang vaksin COVID-19.

"Tentu kami punya teknologi untuk isolat virus. Jadi sampai saat ini kita mempunyai varian delta, ada 7 isolat dan itu kita siapkan untuk uji tantang," bebernya dalam konferensi pers BPOM, Rabu (18/8/2021).

"Kemarin walaupun mice, kemarin sudah selesai, kami lakukan uji tantang, dengan varian Delta," jelas Prof Fedik, sebelumnya menegaskan hasil uji preklinik mampu menghasilkan imunogenisitas yang baik," sambung dia.

"Dan buktinya tentu melalui whole genome sequencing menunjukkan bahwa isolat kami yang kita gunakan untuk uji tantang itu varian Delta," sambung dia.

Lebih lanjut, Prof Fedik memastikan uji coba vaksin COVID-19 dengan varian Delta tersebut wajib dilakukan. Sebab, varian Delta sudah mendominasi di Indonesia.

"Isolat kami yang kita gunakan itu adalah varian delta itu tentu harus kita lakukan karena sekitar 21 provinsi di Indonesia sudah terlanda varian Delta yang baru," kata dia.

"Tidak hanya varian Delta, Epsilon, Beta, dan ini menunjukkan varian di Indonesia banyak, tentu yang akhir ini delta yang mendominasi tetapi kita juga memonitor apakah calon vaksin kita mengenali antibodinya, dan sampai saat ini kemampuan netralisasinya menunjukkan masih baik," pungkasnya.

(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT