Kamis, 19 Agu 2021 07:43 WIB

WHO Soroti Ketimpangan Vaksinasi COVID-19 di Indonesia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah warga mendatangi GOR Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (11/8/2021). Memanfaatkan hari libur nasional warga berbondong-bondong mendatangi sentra vaksinasi. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Saat ini seluruh dunia berusaha mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk mencapai kekebalan kelompok terhadap infeksi Corona, termasuk Indonesia. Hanya saja terdapat kendala dalam pelaksanaannya, termasuk akses terhadap vaksin d sejumlah daerah.

Penasihat Senior Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Diah Saminarsih menyoroti ketimpangan akses vaksin COVID-19 di Indonesia. Meski Indonesia bisa mendapatkan vaksin baik dari kerjasama bilateral dan multilateral, hambatannya adalah vaksinasi di daerah.

"Indonesia ada di posisi tengah, punya vaksin dari program bilateral dalam hal ini COVAX dan langsung dari perusahaan penyedia vaksin. Masalahnya ada di tingkat nasional, masih ada barrier (hambatan) vaksinasi di daerah," katanya dalam webinar bersama AJI Jakarta, Rabu (18/8/2021).

Hambatan yang terjadi selama pelaksanaan vaksinasi di daerah meliputi akses ke pelayanan kesehatan, kesulitan administrasi, bahkan ketersediaan vaksin COVID-19. Hal ini menurutnya harus bisa teratasi oleh pemerintah pusat.

Berdasarkan data cakupan vaksinasi nasional oleh Kementerian Kesehatan RI per Kamis (19/8/2021), sudah lebih dari 55 juta penduduk yang menerima dosis vaksin COVID-19 pertama. Jika dilihat dari grafik capaian vaksinasi, DKI Jakarta menempati posisi pertama dengan 103,91 persen populasi yang divaksinasi dari target provinsi.

Capaian terendah yakni di Lampung dengan 9,91 persen dari target provinsi. Secara nasional, baru sekitar 26,73 persen penduduk yang menerima vaksin COVID-19.



Simak Video "Komnas KIPI: Efek Vaksin Covid-19 Lebih Banyak Dialami Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)