Sabtu, 21 Agu 2021 19:00 WIB

Heboh Dugaan Penistaan Agama YouTuber Muhammad Kece, Ini Batasan Bermedsos

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
YouTuber Muhammad Kece YouTuber Muhammad Kece. (Foto: dok ist)
Jakarta -

YouTuber Muhammad Kece viral di media sosial. Beberapa ucapannya kontroversial, sehingga menimbulkan berbagai kecaman termasuk dari pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Beredarnya video M Kece melalui kanal YouTube telah nyata-nyata menistakan agama Islam. Selain M Kece, ada beberapa orang teman obrolannya juga menistakan agama Islam," kata pengurus Lembaga Dakwah PBNU yang juga Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Abdul Muiz Ali dalam keterangannya, Sabtu (21/8/2021).

Meski menyampaikan opini atau pendapat adalah hak bagi setiap orang, bagaimana batasan dalam bermedia sosial?

Menurut psikolog klinis dari Ohana Space, Fajrin Trisnaramawati, SPsi, MPsi, sebelum mengutarakan pendapat, ada baiknya kita memahami etika dalam berkomunikasi. Apabila di media sosial, masyarakat harus memahami tentang aturan-aturan yang berlaku seperti di UU ITE.

"Kita bisa mengacu pada hal tersebut, jadi tidak menyakiti orang lain, tidak mengganggu hak dan kewajiban orang lain. Itu yang kita perlu pahami dalam penggunaan media sosial," kata Fajrin saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/8/2021).

Fajrin juga mengatakan kita perlu mengetahui bahwa jejak digital itu tidak bisa dihapus. Maka dari itu, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu sebelum mengutarakan pendapat di media sosial, terlebih jika berpotensi menyinggung banyak orang.

"Ketika kita salah ngomong atau sebagainya, mungkin kita tidak tahu dampaknya seperti apa ke diri kita atau ke lingkungan sekitar," ujar Fajrin.

"Takutnya, ketika kita melakukan kesalahan dalam berargumentasi atau berpendapat bisa menjadi bumerang bagi diri kita sendiri," tuturnya.



Simak Video "Aspek-aspek yang Membuat MUI Bolehkan Penggunaan Vaksin Zifivax"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)