Senin, 23 Agu 2021 14:46 WIB

Waspada! Dokter Ungkap Tanda Infeksi COVID-19 di Tubuh Mulai Memburuk

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Isolation Quarantine Coronavirus Covid 19 Foto ilustrasi: Getty Images/Xesai
Jakarta -

Infeksi virus Corona dapat memicu berbagai macam gejala, dari ringan hingga berat. Penting bagi kita untuk mengetahui gejala-gejala apa saja yang perlu diwaspadai ketika terpapar COVID-19.

Seperti diketahui, gejala COVID-19 dapat berupa demam, batuk, hilang indra penciuman dan perasa. Namun, dari sejumlah gejala tersebut, ada beberapa yang perlu diwaspadai sebagai tanda perburukan infeksi virus Corona, salah satunya sesak napas.

"Perburukan sesak napas atau bertambahnya rasa sesak itu juga bisa menjadi salah satu indikator adanya perburukan atau kelanjutan dari penyakit COVID-19," kata dr Qamariah Laila Marsabessy, SpP, dokter spesialis paru dari RS Paru Dr HA Rotinsulu, dalam siaran Radio Kesehatan Kemenkes RI, Senin (23/8/2021).

Kendati demikian, dr Qamariah mengatakan gejala sesak napas ini bersifat subjektif karena bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya akibat rasa panik.

Maka dari itu, penggunaan pulse oximeter diperlukan untuk memastikan penyebab sesak napas. Pulse oximeter berfungsi untuk mengukur saturasi oksigen dalam darah.

"Biasanya pada pasien COVID yang mengeluhkan sesaknya bertambah dan setelah dikonfirmasi dengan pemeriksaan pulse oximeter dan ternyata ada penurunan saturasi oksigen, seiring dengan bertambah keluhan sesaknya dan penurunan saturasi oksigen itu mengindikasikan adanya perburukan dari COVID-19," jelas dr Qamariah.

"Walaupun ada juga orang yang tidak mengeluh sesak napas, tapi pemeriksaan pulse oximeter pasien itu terus menurun. Nah itu juga perlu kita waspadai," sambungnya.

Menurut dr Qamariah, perburukan dari gejala sesak napas ini dapat menyebabkan kondisi acute respiratory distress syndrome (ARDS). Artinya, pasien mengalami gagal napas akut secara mendadak.

"Salah satu tandanya bisa karena sesaknya yang tidak kunjung membaik atau memberat," ujarnya.

Oleh karena itu, dr Qamariah menekankan apabila pasien COVID-19 mengalami gejala perburukan sesak napas dan hasil saturasi oksigennya berada di bawah 95 persen,segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.



Simak Video "Hati-hati dengan Badai Sitokin "
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)