ADVERTISEMENT

Senin, 23 Agu 2021 15:21 WIB

Kapan Vaksin Diperbarui untuk Lawan Varian Delta Cs? Ini Jawaban Peneliti

Firdaus Anwar - detikHealth
The hands in blue glove of the scientist hold the processor Foto: Getty Images/iStockphoto/Alernon77
Jakarta -

Di tengah ramainya kemunculan berbagai varian COVID-19, sebagian produsen vaksin sempat mempertimbangkan memperbarui vaksinnya agar bisa lebih efektif. Hal ini dikarenakan varian COVID-19, seperti Alpha (B117), Beta (B1351), Delta (B1617.2), dan Gamma (P1) diketahui bisa lebih 'kuat' menghadapi antibodi yang dihasilkan vaksin saat ini.

AstraZeneca sebagai contoh pada bulan Juni 2021 dilaporkan sudah mulai melakukan uji klinis fase II-III untuk vaksin COVID-19 khusus varian Beta. Uji klinis dilakukan pada 2.250 orang dewasa di Inggris, Afrika Selatan, Brasil, dan Polandia.

Kapan pastinya vaksin akan diperbarui?

Peneliti virus dari Northwestern University, Ramon Lorenzo Redondo, berkomentar kemungkinan sebagian besar vaksin COVID-19 tidak akan diperbarui dalam waktu dekat. Alasannya vaksin yang ada sekarang masih cukup bermanfaat dalam memberikan efek perlindungan, mencegah kasus parah dan yang terpenting kematian.

"Menurut beberapa perusahaan, sudah ada vaksin-vaksin versi baru yang dalam tahap penelitian. Tapi kemungkin pembaruan ini masih belum terlalu dibutuhkan," kata Ramon seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (23/8/2021).

"Kecuali ada bukti kuat efek perlindungan benar-benar gagal, memperbarui vaksin setiap ada varian baru yang mendominasi populasi kemungkinan bukan strategi terbaik," lanjutnya.

Memperbarui vaksin yang sudah ada tetap akan memakan waktu, tenaga, dan sumber daya. Ramon mengatakan untuk saat ini hal yang lebih masuk akal dilakukan adalah memberikan dosis booster setelah delapan bulan bila memang dibutuhkan.

"Data menunjukkan, meski kasus karena varian Delta meningkat, vaksinasi lengkap tetap efektif mencegah kasus rawat dan kematian... Virusnya sudah sedikit berubah, tapi sejauh ini belum benar-benar bisa menghindari respons imun yang dipicu vaksin," pungkas Ramon.



Simak Video "Inggris Jadi Negara Pertama yang Setujui Vaksin Khusus Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT