Selasa, 24 Agu 2021 06:22 WIB

e-Life

Ngobrolin Vaksin Moderna dan Pfizer

dtv - detikHealth
Jakarta -

Saat ini beberapa merek vaksin COVID-19 telah didistribusikan di Indonesia. Dua merek yang baru-baru ini tiba di Indonesia adalah Moderna dan Pfizer.

Sejauh ini suntikan vaksin Moderna telah digunakan sebagai dosis ke-3 atau booster untuk tenaga kesehatan (nakes). Moderna juga akan segera didistribusikan ke masyarakat umum sebagai dosis vaksin pertama dan kedua.

Menurut penuturan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Khomeini Takdir, SpPD-KPsi, gejala yang ia rasakan pasca disuntik vaksin Moderna memang lebih berat daripada dua dosis Sinovac sebelumnya.

"Saat disuntik Sinovac, di awal itu, di Januari, di Februari. Kemudian disuntik Moderna di awal Agustus. Nah, di suntikan Sinovac ini, yang saya rasakan adalah lebih banyak ngantuk, lebih cepat tidur, lebih lapar, kemudian ada episode menggigil sekitar 1-2 hari di suntikan dosis ke-2. Nah kalau di Moderna, itu saya merasakan memang gejalanya berasa lebih berat, ya. Badan itu rasanya semek-semek, ngilu, berasa memang levelnya di atas dari yang saya rasakan pada saat disuntik Sinovac," terang dr. Koko, sebagaimana ia akrab disapa, di acara e-Life detikcom.

Apabila seseorang mengalami gejala atau 'efek' tertentu pasca vaksinasi, maka hal ini disebut dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Wujudnya bisa berbeda-beda ke tiap orang, tergantung kondisi tubuhnya.

Selain itu, di Indonesia juga terdapat Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), sehingga seharusnya tiap gejala yang dirasakan pasca vaksinasi dapat dilaporkan dan didata.

dr. Koko mengingatkan bahwa vaksin bukanlah resep mutlak yang semerta-merta akan melindungi seseorang sepenuhnya dari COVID-19. Oleh karena itu, masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

"Vaksin itu bukan peluru perak. Vaksinasi adalah upaya yang sifatnya pencegahan, tapi lebih spesifik. Vaksin COVID spesifik digunakan untuk melatih kekebalan tubuh kita," tuturnya.

Bagi masyarakat yang masih bimbang dalam memilah merek vaksin yang tepat untuk dirinya, dr. Koko menegaskan bahwa vaksin terbaik adalah vaksin yang tersedia.

"Vaksin manapun yang Anda terima, yang teman-teman akan mendapat panggilan untuk disuntikkan, ya sudah. Itu adalah yang terbaik yang ada saat ini," pesannya.

(gah/gah)