Selasa, 24 Agu 2021 12:30 WIB

Kemenkes: COVID-19 Bisa Berakhir Seperti Penyakit DBD

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Petugas melakukan pengasapan (fogging) di kawasan Pasar baru, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Kegiatan tersebut guna memberantas nyamuk Aedes aegypti sekaligus mencegah wabah demam berdarah dengue (DBD). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc. Kementerian Kesehatan menyebut COVID-19 bisa berakhir seperti DBD. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI menyebut COVID-19 kemungkinan besar akan menjadi endemi seperti penyakit demam berdarah dengue (DBD). Artinya, penyakit hanya akan mewabah di sejumlah wilayah.

Maka dari itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) memastikan pemerintah tengah menyiapkan strategi hidup bersama COVID-19. Nantinya, seluruh aktivitas di enam sektor, mulai dari sektor pendidikan hingga industri akan terdata di aplikasi PeduliLindungi.

Ia mencontohkan seperti yang saat ini berlaku di pusat perbelanjaan atau mal. Pengunjung diwajibkan melakukan skrining melalui aplikasi PeduliLindungi, warga yang berasal dari zona merah COVID-19 disebut dr Nadia dilarang masuk karena berisiko tinggi penyebaran virus.

Selain itu, mereka yang sudah divaksinasi COVID-19 dan belum divaksinasi akan dibedakan protokol kesehatannya.

"Misalnya ditentukan di restoran-restoran dengan udara terbuka, tidak boleh di udara tertutup. Harus betul-betul jaga jaraknya, kemudian tidak bercampur dengan yang sudah divaksin, ataupun dengan anak-anak," ungkap dr Nadia dalam konferensi pers, live di YouTube Antara TV, Selasa (24/8/2021).

Untuk memicu kekebalan kelompok atau herd immunity, dr Nadia menyebut vaksinasi juga terus ditingkatkan dengan cakupan 2 juta dosis vaksin per hari.

"Di ujung-ujungnya adalah muncul kekebalan kelompok atau secara epidemiologi, situasi pandemi tadi menjadi endemi, bahwa mungkin nanti kita sudah memulai membuat strategi bagaimana hidup berdampingan dengan COVID-19, karena tadi dia akan bersifat seperti si demam berdarah," jelas dr Nadia.

"Artinya demam berdarah itu kan pada waktu-waktu tertentu dia akan berpotensi menjadi KLB nah artinya bagaimana kita bisa mewaspadai, mengantisipasi, memitigasi itulah sebenarnya peta jalan yang sedang kita susun," pungkasnya.



Simak Video "Terdeteksi di 38 Negara, Penularan Varian Omicron Meningkat "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)