Selasa, 24 Agu 2021 14:10 WIB

Sengaja Banget Nunggu Vaksin Pfizer, Nggak Takut Kena COVID-19 Duluan?

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
Vaksinator menyuntikan vaksin Pfizer kepada warga di kawasan Gedung Judo Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (23/8). Pada hari ini vaksin Pfizer diberikan secara serentak di Jakarta. Efikasi yang relatif tinggi membuat vaksin Pfizer jadi incaran sebagian kalangan (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Tak bisa dipungkiri, efikasi yang tinggi dalam uji klinis membuat vaksin Pfizer jadi incaran oleh sebagian kalangan. Ada yang rela ke luar negeri untuk mendapatkannya, ada juga yang mengaja menunggu kedatangannya di Indonesia.

Seorang warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebut saja Abdul, mengaku tidak yakin dengan keampuhan vaksin COVID-19 yang tersedia sebelumnya. Karenanya, ia langsung excited saat ada kabar vaksin Pfizer sudah tersedia.

"Ada tetangga saya itu sampai ke luar negeri buat vaksin Pfizer. Pas saya dapet info dari medsos di sini buka saya langsung daftar," papar Abdul, ditemui di sebuah Puskesmas di Jakarta Selatan, Selasa (24/8/2021).

Karena stok vaksin Pfizer sangat terbatas, Abdul mengaku tidak dengan mudah mendapatkannya. Ia sempat tidak kebagian kuota pada pendaftaran sebelumnya.

"Sebelumnya penuh itu saya enggak kebagian, tapi saya tunggu [di aplikasi], saya update baru dapet," katanya.

Lain cerita dengan Eriko, penerima vaksin Pfizer asal Jakarta Timur. Ia sengaja menunggu kedatangan vaksin Pfizer, tak lain karena memiliki riwayat komorbid.

"Mungkin kemakan omongan juga ya jadi takut penggumpalan darah dan semacamnya itu. Jadi saya nunggu Pfizer," ungkap Eriko.

Tapi itu bukan satu-satunya alasan. Di samping ada riwayat komorbid, Eriko memilih vaksin Pfizer karena ia punya rencana pergi umroh, dan Pfizer termasuk salah satu vaksin yang diterima sebagai syarat perjalanan.

Soal kecenderungan pilih-pilih vaksin, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengingatkan bahwa fungsi vaksin adalah melatih sistem imun untuk mengenali dan melawan COVID-19. Apapun vaksin yang disuntikkan, akan ada faktor lain yang turut menentukan efektivitasnya.

"Karena kembali lagi, ini pelatih, sebaik apapun pelatihnya kalau muridnya itu bandel, bisa nggak jadi juara. Belum tentu," pesan dr Nadia dalam diskusi daring, Selasa (24/8/2021).



Simak Video "RI Kembali Terima Pasokan Vaksin Pfizer, Jumlahnya Hampir 1,2 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)