Rabu, 25 Agu 2021 11:36 WIB

PCR Berlaku Berapa Hari? Ini Perubahan Terbarunya di Masa PPKM

Ayunda Septiani - detikHealth
Petugas melakukan uji Swab Antigen atau PCR di Swab Drive Thru Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro, Tangerang, Jumat (20/11/2020). Dengan penyediaan fasilitas ini membuat masyarakat lebih nyaman dan aman tanpa harus kontak dengan banyak orang. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Di masa PPKM level 3 yang berlaku sejak 24 Agustus 2021, syarat perjalanan memakai mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum, wajib menunjukkan sertifikat vaksin COVID-19, minimal dosis pertama. Selain itu, syarat hasil tes PCR hingga antigen masih digunakan. Lalu, PCR berlaku berapa hari sih?

Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Lalu PCR berlaku berapa hari untuk pelaku perjalanan selama pemberlakukan PPKM level 3?

Warga yang melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi, mobil maupun sepeda motor, juga yang menggunakan transportasi umum jarak jauh seperti pesawat udara, bis, kapal laut dan kereta api wajib menyertakan:

- Kartu vaksin minimal dosis pertama
- PCR H-2 untuk pesawat udara
- Swab antigen H-1 untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut

Ketentuan tersebut berlaku bagi kedatangan dari luar Jawa Bali atau keberangkatan dari Jawa dan Bali. Tidak berlaku bagi transportasi dalam wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek.

Lalu, PCR berlaku berapa hari untuk perjalanan antarkota?

- Hasil tes negatif antigen H-1 setelah vaksin dosis kedua
- Hasil tes negatif PCR H-2 jika baru menerima vaksin dosis pertama
- Sopir dan kendaraan logistik, transportasi lainnya dikecualikan dari ketentuan kartu vaksin.

Informasi tambahan, Presiden Joko Widodo menyebutkan, ada pengurangan wilayah level 4 yakni awalnya 67 kabupaten/kota berkurang menjadi 51 kabupaten/kota.

Dengan berkurangnya daerah Jawa-Bali yang berada di Level 4, maka daerah Level 3 bertambah dari 59 menjadi 67 kabupaten/kota.

Sementara, untuk daerah yang berada di level 2 bertambah dari 2 menjadi 10 kabupaten/kota. Untuk luar Jawa-Bali, provinsi yang berada di level 4 turun dari 11 menjadi 7 provinsi. Dari 132 kabupaten/kota yang semula berada di level 4, jumlahnya turun menjadi 104 kabupaten/kota.



Simak Video "PPKM Level 3 Pas Nataru Tak Disetujui Epidemiolog Dicky Budiman, Kenapa?"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)