Rabu, 25 Agu 2021 13:01 WIB

Nakes Nggak Kuat 'Dihajar' KIPI Booster Moderna? Menkes: Boleh Pakai Sinovac

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Anggota kepolisian berjaga di dekat Envirotainer berisi bahan baku vaksin COVID-19 Sinovac saat tiba di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021). Sedikitnya 8 juta dosis dalam bentuk bulk vaksin Sinovac pada tahap ke-13 tersebut tiba di Bio Farma untuk diproses dan didistribusikan guna mempercepat rencana vaksinasi sedikitnya 70 persen penduduk atau sekitar 181,5 juta penduduk Indonesia untuk mempercepat kekebalan komunal terhadap COVID-19. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa. Foto: ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku mendapat banyak laporan terkait efek samping vaksin Moderna yang lebih kuat, dirasakan para tenaga kesehatan saat menerima vaksin ketiga atau vaksinasi booster. Karenanya, vaksin booster bisa menggunakan jenis platform seperti yang sebelumnya diterima yaitu vaksin Sinovac.

"Memang bagi para nakes yang suntik ketiganya tidak nyaman dengan platform berbeda, kita tetap membuka opsi untuk suntik ketiganya, boosternya, dengan vaksin platform yang sama (Sinovac)," jelas Menkes dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (25/8/2021).

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor: HK.02.01/1/1919/2021 tentang Vaksinasi Dosis Ketiga Bagi Seluruh Tenaga Kesehatan, Asisten Tenaga Kesehatan dan Tenaga Penunjang yang Bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) merekomendasikan penggunaan vaksin dengan platform yang sama atau berbeda seperti vaksin Moderna.

"Rekomendasi dari ITAGI adalah saat ini kita dapat menggunakan platform yg sama atau berbeda untuk vaksinasi dosis ketiga. Pemerintah telah menetapkan akan menggunakan vaksin COVID-19 Moderna untuk suntikan ketiga untuk tenaga kesehatan, dikarenakan kita tahu bahwa efikasi dari Moderna ini paling tinggi dari seluruh vaksin yang kita miliki saat ini " jelas dr Nadia dalam rilis Kemenkes RI beberapa waktu lalu.

Diketahui, vaksin Moderna menjadi pilihan karena memiliki efektivitas lebih baik dalam melawan varian Delta. Maka dari itu, vaksin Moderna dipilih menjadi vaksinasi booster para tenaga kesehatan.

Simak video 'Baru 34% Nakes Dapat Booster Vaksin Covid-19, Tertinggi di Bali-Kepri':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)