Sabtu, 28 Agu 2021 15:10 WIB

Kenapa Penyintas COVID-19 Baru Boleh Vaksin Setelah 3 Bulan? Ini Alasannya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vaksin bukan jaminan membuat seseorang benar-benar kebal terhadap penyakit COVID-19. Kadang ada kasus saat seseorang yang sudah divaksinasi masih bisa terinfeksi. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Saat ini, hampir seluruh kelompok masyarakat sudah diperbolehkan mendapatkan vaksinasi COVID-19. Mulai dari usia 12 tahun hingga ibu hamil, dengan catatan tubuhnya dalam kondisi yang sehat dan stabil.

Namun, berbeda dengan para penyintas COVID-19. Para pasien yang baru sembuh dari infeksi Corona dianjurkan untuk menunggu selama 3 bulan agar bisa mendapatkan vaksinasi Corona.

"Jadi, penyintas COVID-19 yang sudah negatif itu kesepakatan bersama 3 bulan setelah negatif PCR-nya, baru boleh vaksinasi," kata Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia Profesor Dr dr Iris Rengganis, SpPD-KAI, dalam webinar di PB IDI, Sabtu (28/8/2021).

Prof Iris mengungkapkan sebenarnya satu atau dua bulan usai sembuh dari infeksi, si penyintas COVID-19 bisa saja divaksinasi. Tetapi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti gejala yang mungkin masih dirasakan.

Menurutnya, orang yang divaksinasi harus dalam kondisi yang prima. Sistem imunnya harus sehat, sehingga vaksin bisa diterima dengan baik oleh tubuh.

"Secara imunologi, 1 atau 2 bulan (setelah sembuh) boleh (divaksin COVID-19). Tetapi, orang yang post-Covid itu harus recovery (sembuh) bener," ujar Prof Iris.

"Long Covid-nya nggak boleh ada, sudah recovery. Biasanya satu bulan kita beri kesempatan dia untuk recovery," lanjutnya.

Selain itu, alasan lainnya penyintas COVID-19 baru bisa mendapatkan vaksin setelah tiga bulan adalah masalah ketersediaan vaksin. Prof Iris mengatakan sampai saat ini ketersediaan vaksin masih belum mencukupi, sehingga harus mendahulukan mereka yang belum mendapatkan vaksin Corona.

Prof Iris juga menjelaskan pasca terinfeksi COVID-19, si penyintas masih memiliki antibodi yang cukup untuk melindungi dirinya dari infeksi ulang atau reinfeksi. Maka dari itu, setelah tiga bulan mereka baru bisa divaksinasi karena antibodinya mulai menurun.

"Orang yang sudah sembuh dari COVID-19 itu antibodinya masih tinggi secara alamiah. Jadi, setelah tiga bulan mulai menurun (antibodinya) baru dia divaksinasi," pungkasnya.



Simak Video "Komnas KIPI: Efek Vaksin Covid-19 Lebih Banyak Dialami Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)