Selasa, 31 Agu 2021 13:11 WIB

Kemenkes Tuding Dugaan Kebocoran Data eHAC Terjadi di Pihak Mitra

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jakarta -

Kementerian Kesehatan tengah melakukan investigasi lebih lanjut soal dugaan kebocoran data warga dan pejabat terkait aplikasi Electronic Health Alert Card atau eHAC. Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI dr Anas Ma'ruf MKM menduga kebocoran terjadi dari pihak mitra.

Alih-alih menjelaskan pihak mitra yang dimaksud, Anas menegaskan data eHAC kini sudah terintegrasi di PeduliLindungi sehingga bisa dipastikan keamanannya. Hal ini dikarenakan pengamanan data terkait di PeduliLindungi sangat ketat dan bekerja sama dengan sejumlah lembaga serta pihak kementerian terkait.

"Dugaan kebocoran data di eHAC yang lama kemungkinan diakibatkan adanya dugaan kebocoran di pihak mitra," beber Anas dalam konferensi pers Kemenkes RI Selasa (31/8/2021).

"Dan ini sudah diketahui oleh pemerintah dan saat ini pemerintah sudah melakukan tindakan pencegahan serta melakukan upaya lebih lanjut dengan melibatkan Kemenkominfo dan pihak berwajib terkait dengan amanat peraturan pemerintah No 71 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik," sambungnya.

Sebagai langkah pencegahan atau upaya mengurangi risiko, Anas memastikan kini aplikasi eHAC yang diduga bocor sudah tidak aktif.

"Sebagai langkah mitigasi maka eHAC yang lama sudah dinonaktifkan dan saat ini eHAC tetap dilakukan tetapi berada di dalam PeduliLindungi," pungkas dia.

(naf/up)