Selasa, 31 Agu 2021 13:53 WIB

Kontaminasi Vaksin Moderna di Jepang Disebut Berasal dari Jarum Suntik

Ayunda Septiani - detikHealth
Jepang bersiap memberikan bantuan 2 juta dosis vaksin kepada Indonesia. Diperkirakan vaksin tersebut akan tiba di bulan Juli. Vaksin Moderna.(Foto: Getty Images)
Jakarta -

Kontaminasi yang terdapat pada vaksin COVID-19 Moderna di prefektur Okinawa kemungkinan besar disebabkan oleh jarum yang tertancap dalam botol. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Jepang Norihisa Tamura.

Sebelumnya, Jepang menghentikan sementara penyuntikan vaksin COVID-19 Moderna di Okinawa sejak hari Minggu (29/8/2021). Hal ini dilakukan setelah bahan asing ditemukan dalam botol dan jarum suntik.

Pada Selasa (31/8/2021), Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan, besar kemungkinan, jarum salah dimasukkan ke dalam botol, dan akhirnya mematahkan potongan sumbat karet.

"Apa pun alasannya (untuk bahan asing) kami telah mendengar bahwa tidak ada masalah keamanan atau lainnya," jelas Tamura kepada wartawan.

Dia menambahkan, bahwa tidak jarang bahan asing memasuki botol dan bercampur dengan vaksin.

"Kami akan terus mengumpulkan informasi dan melaporkan kembali," tambahnya dia.


Rencana untuk meningkatkan vaksinasi telah terhambat oleh penundaan impor vaksin dan penemuan kontaminasi dalam beberapa dosis Moderna yang mengakibatkan penangguhan tiga batch di minggu lalu.Jepang menghadapi gelombang infeksi COVID-19 terbesar sejauh ini selama pandemi Corona berlangsung. Hal tersebut didorong oleh varian Delta yang sangat mudah menular.

Taro Kono, menteri yang bertanggung jawab atas kampanye vaksinasi, mengatakan bahwa dia ingin mempercepat pengiriman vaksin ke kota-kota yang terpaksa menghentikan vaksinasi karena kekurangan pasokan.

Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan kapan dan bagaimana memberikan suntikan booster yang mungkin diperlukan untuk menjaga kekebalan terhadap virus. Tetapi, untuk saat ini pemerintah fokus untuk menyelesaikan dua suntikan pertama untuk publik.



Simak Video "Vaksin Moderna Diklaim Aman untuk Anak 6-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)