Kamis, 02 Sep 2021 21:43 WIB

Ketua IDI Resmikan Klinik Bertaraf Rumah Sakit Kelas IV di Gresik

Angga Laraspati - detikHealth
Klinik Swana Husada Managed by National Hospital di Gresik Foto: IDI
Jakarta -

Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Adib Khumaidi Sp.OT, bersama Anggota Tim Mitigasi Dokter Pandemi Covid, Dr Wirawan Jusuf, meresmikan pembukaan Klinik Swana Husada Managed by National Hospital di Gresik, Jawa Timur (2/9).

Swana Husada disebut bakal menjadi klinik satelit bertaraf RS Kelas IV yang berinduk pada National Hospital dalam menjalankan operasional pelayanan kesehatannya.

Pembukaan tersebut dilakukan diresmikan oleh Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. Adib Khumaidi Sp.OT, bersama Anggota Tim Mitigasi Dokter Pandemi Covid, Dr Wirawan Jusuf, hari ini.

Dalam pembukaan tersebut, Dr Adib begitu senang ketika melihat fasilitas lengkap yang dimiliki oleh Klinik Swana Husada. Ia juga menegaskan pandemi COVID-19 memberikan pelajaran adanya perubahan pola dalam pembangunan fasilitas kesehatan.

Kini, kata Dr Adib, fasilitas kesehatan harus dipersiapkan untuk menghadapi kejadian luar biasa seperti serangan wabah maupun bencana lainnya.

"Fasilitas kesehatan harus dipersiapkan juga untuk menghadapi keadaan luar biasa. Klinik Swana Husada ini mampu dieskalasi bila terjadi force majeur," kata Dr Adib dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9/2021).

Menurutnya, pembangunan klinik dengan perangkat yang lengkap dan modern ini menjadi percontohan bagi pembangunan fasilitas-fasilitas kesehatan ke depannya. Kemudian, klinik Swana Husada yang berada di bawah supervisi National Hospital, membuat penanganan pasien menjadi lebih cepat dan dengan dukungan telemedicine atau RS rujukan.

Sementara itu, Dr Wirawan Jusuf, memberikan apresiasi yang besar terhadap seluruh pihak yang membantu dalam pembangunan Klinik Swana Husada. Ia berharap adanya klinik ini dapat bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

"Swana Husada bakal diisi oleh 10 personel kesehatan di antaranya yakni 3 dokter, 6 perawat, dan 1 apoteker, serta disupervisi langsung dari National Hospital di bawah binaan Prof Hananiel Prakasa Widjaya," ujarnya.

Di sisi lain, Guru Besar Universitas Esa Unggul, Prof Dr. Kazan Gunawan yang membuka peresmian mengungkapkan Klinik Swana Husada dibangun atas dasar perhatian dan rasa kepedulian untuk mendukung upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.

Ia menilai Swana Husada bakal menjadi klinik satelit bertaraf RS Kelas IV yang berinduk pada National Hospital menjalankan operasional pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Kenapa Swana Husada memilih National Hospital sebagai induk? Karena National Hospital merupakan RS paling modern di Jawa Timur dan didukung oleh SDM yang andal di bawah manajemen Prof Hananiel Prakasa Widjaya," tuturnya.



Simak Video "Cerita Pilu Pakar Smart City Kesulitan Cari Bantuan RS saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)