Jumat, 03 Sep 2021 10:37 WIB

Divaksinasi Sinovac Tak Bisa Ke Luar Negeri? Ini Pengalaman Tasya Kamila

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Tasya Kamila Tasya Kamila. (Foto: Instagram)
Jakarta -

Artis Tasya Kamila baru-baru ini menceritakan pengalamannya saat tinggal di New York, Amerika Serikat (AS). Diketahui, ia bersama putranya, Arrasya, baru saja pindah ke New York untuk menemani sang suami, Randi Bachtiar, yang sedang melanjutkan pendidikan S2 di Columbia University.

Sebelum berangkat ke AS, Tasya sudah mendapatkan vaksin Sinovac di Indonesia. Menurutnya, tidak ada kendala apapun terkait penggunaan vaksin Sinovac dalam beraktivitas di AS.

Tasya mengatakan justru dibandingkan kartu vaksin, hasil negatif tes PCR (polymerase chain reaction) lebih dibutuhkan sebagai syarat penerbangan ke AS.

"Kemarin dari berangkat sampai di imigrasi USA nggak diminta bukti vaksin sama sekali. Untuk naik pesawat butuh hasil PCR, termasuk Arr juga waktu itu PCR dulu," kata Tasya dalam unggahan Instagram Story-nya.

Selain itu, Tasya bercerita saat berjalan-jalan di New York dan mencoba makan di restoran, ada beberapa tempat yang memang membutuhkan kartu vaksin sebagai akses masuk. Namun, itu hanya di restoran yang tidak menyediakan fasilitas outdoor.

Ketika diminta untuk menunjukkan kartu vaksin, Tasya mengatakan kartu vaksin Sinovac tetap diterima di sana.

"Kebanyakan restoran sekarang bisa dine in dan menyediakan outdoor dining space (apalagi sekarang masih summer jadi cuaca enak buat nongkrong-nongkrong di luar gitu). Buat makan di dalam biasanya perlu nunjukin kartu vaksin. Pengalamanku sih kartu vaksin Sinovac diterima-terima saja untuk bisa dine in," jelasnya.

Vaksin Sinovac telah mendapat izin penggunaan darurat dari WHO

Seperti diketahui, vaksin Sinovac adalah salah satu vaksin COVID-19 yang telah diakui dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use listing (EUL) terhadap vaksin ini pada 1 Juli lalu.

"Hasil kemanjuran vaksin menunjukkan bahwa vaksin mencegah penyakit simtomatik pada 51 persen dari mereka yang divaksinasi dan mencegah COVID-19 yang parah dan rawat inap pada 100 persen dari populasi yang diteliti," jelas WHO, dikutip dari Channel News Asia.



Simak Video "Cara Kerja Vaksin COVID-19 di Tubuh Anak-anak dan Orang Dewasa"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/fds)