Minggu, 05 Sep 2021 10:19 WIB

Fakta-fakta Singapura Diamuk COVID-19, Hadapi Lonjakan Kasus 'Tak Terduga'

Salwa Aisyah Sheilanabilla      - detikHealth
Singapura kembali memperketat pembatasan imbas lonjakan jumlah kasus COVID-19 beberapa hari terakhir. Padahal hampir 3 minggu Singapura membuka roadmap hidup berdampingan dengan COVID-19. Singapura kembali menghadapi lonakan kasus Corona. (Foto ilustrasi: Getty Images/Ore Huiying)
Jakarta -

Singapura kembali melaporkan lonjakan kasus COVID-19 dalam dua hari berturut-turut, terakhir Sabtu (04/09/2021) melaporkan lebih dari 200 kasus baru. Sementara 81 persen dari total populasi warga Singapura sudah divaksinasi penuh.

Direktur layanan medis Kementerian Kesehatan Kenneth Mak mengatakan lonjakan kasus 'tidak terduga' karena negara itu tidak menerapkan pembatasan yang lebih ketat.

Aturan diperlonggar bagi yang sudah divaksinasi 'penuh'

Sejak 6 Agustus, warga Singapura yang divaksinasi COVID-19 dua dosis dapat makan di restoran dalam kelompok lima orang. Keluarga juga diperbolehkan menerima lima tamu di rumahnya. Individu yang tidak divaksinasi dapat membuktikan tes pre-event negatif untuk berkegiatan. Pada 19 Agustus, perusahaan juga bisa menampung 50 persen pekerjanya kembali ke kantor.

Dikutip Channel News Asia, Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Singapura pada Sabtu, sebanyak 253 kasus baru yang ditularkan secara lokal, 246 berada di tengah masyarakat, sedangkan tujuh berada di asrama.

Pada Jumat lalu, Singapura juga melaporkan 210 kasus baru penularan COVID-19.

Dari kasus yang dilaporkan pada Sabtu, 116 kasus tidak terkait dengan infeksi sebelumnya, sedangkan 84 infeksi terkait dengan kasus sebelumnya dan telah di karantina.

Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan, 53 kasus penularan terdeteksi melalui pengujian pengawasan.

Di antara kasus baru, dua di antaranya adalah lansia usia di atas 70 yang tidak divaksinasi atau belum divaksinasi penuh dan berisiko mengalami sakit serius, kata Kementerian Kesehatan seperti ditulis Channel News Asia.

Ada pula enam kasus impor, yang setibanya di Singapura langsung ditempatkan di rumah untuk menjalani isolasi mandiri sampai pemberitahuan lebih lanjut. Empat kasus infeksi terdeteksi pada saat setibanya di Singapura, sedangkan dua kasus baru mengembangkan virusnya selama periode isolasi.

Totalnya, Singapura melaporkan 259 kasus baru COVID-19 pada Sabtu. Berikut fakta sementara terkait lonjakan kasus COVID-19 di Singapura:

Klaster baru COVID-19 bermunculan

Tiga klaster baru diidentifikasi, yaitu di Sembcorp Marine Tuas Boulevard Yard, Radiance Student Care Center di Serangoon, dan di antara para pekerja di Orient Goldsmiths and Jewellers di Toa Payoh.

Sementara klaster Rumah Sakit Umum Changi yang diidentifikasi pada Jumat lalu, merupakan klaster aktif kedua di rumah sakit yang sudah melaporkan 36 kasus penularan, kata Kemenkes pada Sabtu.

Tak hanya itu, ada total 416 kasus di delapan klaster di halte bus Tampines, Boon Lay, Jurong East, Toa Payoh, Bishan, Clementi, Punggol dan Sengkang.

Klaster Bugis Junction juga bertambah menjadi 261 kasus. Satu klaster ditutup pada Sabtu, menyisakan 62 klaster aktif di Singapura.

Lima pasien dalam kondisi kritis

Laporan sementara, sebanyak 608 kasus penularan COVID-19 dirawat di rumah sakit. Ada lima pasien dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif dan 22 pasien dengan penyakit serius yang membutuhkan oksigen.

Di antara pasien yang mengalami kondisi serius, 22 orang merupakan lansia berusia di atas 60 tahun, sedangkan 12 di antaranya tidak divaksinasi atau divaksinasi sebagian, kata Kemenkes.

"Ada bukti yang terus berlanjut bahwa hampir semua individu yang divaksinasi lengkap tidak menderita penyakit serius saat terinfeksi, kecuali jika mereka memiliki kondisi medis yang membuat mereka lebih rentan," tambah Kementerian Kesehatan.

Selama 28 hari terakhir, persentase yang tidak divaksinasi yang mengalami sakit parah atau meninggal adalah 7,1 persen, sedangkan untuk yang divaksinasi lengkap adalah 1,1 persen.

Sebanyak 81 persen warga sudah divaksin lengkap

Singapura telah melakukan vaksinasi penuh pada Jum'at kepada lebih dari 4,3 juta atau 81 persen. Lebih dari 8,7 juta dosis vaksin COVID-19 telah diberikan di bawah program vaksinasi nasional.

Selain itu, 170.144 dosis vaksin lain yang diakui dalam daftar penggunaan darurat World Health Organization (WHO) telah diberikan pada Jumat, mencakup 86.019 orang.

Secara total, 81 persen populasi Singapura telah menyelesaikan vaksinasi penuh atau menerima dua dosis vaksin COVID-19, sedangkan 83 persen telah menerima setidaknya satu dosis.

Hingga Sabtu, Singapura telah melaporkan total 68.469 kasus COVID-19 dan 55 kematian akibat virus tersebut.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)