Selasa, 07 Sep 2021 17:47 WIB

BPOM Setujui Vaksin COVID-19 Janssen Sekali Suntik dan Vaksin CanSino!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Viostin DS dan Enzyplex Ditarik Dari Peredaran

Kepala Bada Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito melakukan jumpa pers terkait perkembangan kasus pelanggaran produk Viostin DS dan Enzyplex yang mengandung DNA babi di Jakarta, Senin (5/6/2018). Dalam hasil penyelidikan BPOM, kedua produk tersebut positif mengandung DNA babi. Atas temuan ini kedua produk tersebut ditarik dari peredaran. Grandyos Zafna/detikcom BPOM setujui vaksin COVID-19 Janssen atau Johnson and Johnson dan vaksin Cansino. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui vaksin COVID-19 Johnson & Johnson atau Janssen sekali suntik dengan efikasi mencegah gejala Corona hingga 66,1 persen. Memberikan perlindungan pada kasus bergejala hingga 65,3 persen dan efektif 90,1 persen mencegah kasus berat akibat COVID-19.

Vaksin Janssen ini juga memerlukan penyimpanan khusus di suhu 2 hingga 8 derajat Celclius. Vaksin Jannsen aman dipakai untuk 18 tahun ke atas.

Dikutip dari rilis BPOM, vaksin yang dikembangkan oleh Janssen Pharmaceutical Companies memiliki platform Non-Replicating Viral Vector menggunakan vector Adenovirus (Ad26), mirip seperti vaksin AstraZeneca. Vaksin Janssen diproduksi di beberapa fasilitas seperti Grand River USA, Aspen South Africa, dan Catalent Indiana, USA.

Di Indonesia, vaksin ini didaftarkan oleh PT Integrated Health Indonesia (IHI) sebagai pemegang EUA dan bertanggung jawab untuk penjaminan keamanan, khasiat, dan mutu vaksin.

Selain vaksin Janssen, BPOM juga menerbitkan izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin Cansino. Vaksin Cansino atau vaksin Convidecia juga telah dikaji keamanan dan khasiat dan mutunya oleh BPOM.

"Badan POM selalu berkolaborasi bersama para pakar dalam memastikan pemenuhan standar keamanan, khasiat, dan mutu vaksin. Kami melibatkan para pakar di bidang farmakologi, imunologi, klinisi, apoteker, epidemiologi, virologi, dan biomedik yang tergabung dalam tim Komite Nasional Penilai Khusus Vaksin Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), serta asosiasi klinisi terkait," terang Penny K. Lukito.

"Dari sisi mutu vaksin, Badan POM juga telah melakukan penilaian terhadap mutu kedua vaksin tersebut dengan mengacu pada pedoman evaluasi mutu vaksin yang berlaku secara Internasional dan juga hasil evaluasi terhadap aspek Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) terhadap sarana produksi di Negara asal. Hasilnya, kedua vaksin tersebut telah memenuhi standar persyaratan mutu," sambung dia.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)