Rabu, 08 Sep 2021 20:00 WIB

Pemerintah Buka Suara soal Petisi 'Batalkan Kartu Vaksin'

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Jasa percetakan sertifikat vaksin COVID-19 tengah marak akhir-akhir ini. Namun yang patut diwaspadai adalah potensi bocornya data diri pengguna. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Viral petisi 'Batalkan Kartu Vaksin' di media sosial. Petisi ini bertujuan untuk menolak aturan sertifikat vaksin COVID-19 sebagai syarat perjalanan dan berbagai aktivitas.

Menanggapi hal ini, Tenaga Ahli Menteri Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Devie Rahmawati, mengatakan kemungkinan orang yang melakukan petisi tersebut belum mengerti tentang fungsi dari vaksinasi COVID-19. Ia menjelaskan saat ini sudah banyak studi ilmiah yang membuktikan vaksin dapat melindungi seseorang dari virus Corona.

"Saya optimis yang melakukan petisi itu, satu mungkin belum terlalu paham betapa data menunjukkan 90 persen yang terinfeksi COVID dan bahkan mengalami hal-hal buruk itu salah satunya karena belum vaksin," kata Devie dalam diskusi di kanal YouTube Forum Merdeka Barat 9, Rabu (8/9/2021).

Devie menegaskan syarat vaksinasi ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari risiko penularan virus Corona. Pasalnya, dalam mencegah COVID-19, tak hanya cukup dengan memakai masker, rutin mencuci tangan, dan menjaga jarak, tetapi juga perlu vaksinasi.

"Jadi kita semua akan terus berupaya keras mengingatkan teman-teman yang masih belum paham, belum tahu, dan mungkin belum sadar bahwa ini menjadi sesuatu yang penting COVID itu nyata, nyata dampaknya hingga kematian, jadi mari kita sama-sama berjuang bersama salah satunya dengan vaksin," jelasnya.

Senada dengan Devie, juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi, mengatakan vaksinasi COVID-19 dapat mengurangi tingkat keparahan sakit apabila seseorang tetap terinfeksi virus Corona meski sudah divaksinasi.

Artinya, kata dr Nadia, syarat kartu vaksin COVID-19 ini bertujuan untuk melindungi masyarakat. Terlebih dengan adanya penyebaran virus Corona varian Delta (B1617.2) yang tingkat penularannya sangat tinggi.

"Tentunya penggunaan kartu vaksin yang ada di PeduliLindungi itu yang kita tahu digunakan dalam persyaratan perjalanan, masuk ke mal, restoran atau aktivitas lain di tempat kerja, sektor transportasi ini sebenarnya bertujuan untuk memberikan perlindungan keselamatan masyarakat yang melakukan aktivitas di tempat publik," kata dr Nadia dalam kesempatan terpisah.

"Artinya, ini menjaga masyarakat untuk tidak tertular dari masyarakat lain dan dirinya sendiri itu tidak menjadi sumber penularan orang lain. Jadi ini bukan paksaan vaksinasi sebetulnya. Ini adalah menjaga kita semua. Menjaga masyarakat," sambungnya.



Simak Video "Penderita Komorbid yang Tak Bisa Divaksin Wajib Sertakan Surat Dokter"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)