Kamis, 09 Sep 2021 12:21 WIB

Eropa Tambah Daftar Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Gangguan Saraf Langka

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 massal digelar di Pelabuhan Sunda Kelapa. Vaksinasi massal tersebut menyasar para pekerja pelabuhan dan warga sekitar. Eropa menambahkan daftar efek samping vaksin AstraZeneca, guillain barre syndrome. (Foto ilustrasi: Pradita Utama)
Jakarta -

Regulator obar Eropa menambahkan kemungkinan daftar efek samping vaksin AstraZeneca. Adalah gangguan kerusakan saraf langka yaitu guillain barre syndrome (GBS).

Dikutip dari Straits Times, kemungkinan guillain barre syndrome ditambahkan dalam daftar efek samping pada Rabu (8/9/2021). Otoritas obat Eropa (EMA) menyebut ada hubungan kausal antara GBS dan suntikan vaksin AstraZeneca.

Sejauh ini, dilaporkan 833 kasus sindrom langka guillain barre syndrome dari 592 juta dosis vaksin AstraZeneca yang diberikan di seluruh dunia berdasarkan data 31 Juli 2021. Meski begitu EMA mengkategorikan efek samping ini sebagai kategori 'sangat jarang'.

Frekuensi kejadian paling rendah dilaporkan dari efek samping umum seperti reaksi lokal dan sistemik yang dilaporkan usai vaksinasi AstraZeneca. EMA memastikan manfaat yang didapatkan dari vaksin AstraZeneca lebih besar dibandingkan risikonya.

Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga memperingatkan kemungkinan efek samping sindrom Guillain-Barre usai vaksin Johnson & Johnson. Pasalnya, kedua vaksin COVID-19 tersebut memiliki teknologi yang sama yaitu vektor virus yang belakangan dikaitkan dengan efek samping pembekuan darah langka.

EMA juga menandai beberapa efek samping lain yang tidak terlalu parah pada vaksin dari Johnson & Johnson, Moderna serta suntikan vaksin AstraZeneca.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)