Sabtu, 11 Sep 2021 05:45 WIB

65 Persen dari Kasus WNA dan WNI Positif Corona Tiba di RI Belum Divaksin

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kedatangan rombongan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Bandara Internasional Soekarno-Hatta jadi sorotan. Banyak orang yang tiba di RI positif Corona belum divaksin. (Foto ilustrasi: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan RI mengungkap banyak orang tiba di Indonesia terkonfirmasi positif Corona meski sebelumnya membawa surat atau dokumen negatif COVID-19. Misalnya periode 1-31 Agustus, 4,5 persen dari 36.722 orang positif Corona atau lebih dari 1.600 orang.

Sementara periode 1-6 September total 2 persen di antara 7.179 orang positif Corona, terbanyak dari Arab Saudi. Tak hanya itu, pelaku perjalanan dari luar negeri juga banyak yang belum divaksinasi.

"Diketahui juga bahwa 65 persen dari pelaku perjalanan luar negeri ini belum mendapatkan vaksinasi saat masuk khususnya di provinsi Jakarta," beber dr Nadia dalam siaran pers Jumat (10/9/2021).

"Pemerintah mengimbau agar orang yang masuk ke Indonesia dari luar negeri baik WNA maupun WNI agar dapat divaksinasi lebih dahulu di negara asal kedatangannya," sambung dr Nadia.

Dalam laporan Kemenkes periode Agustus, kedatangan pelaku perjalanan Internasional dengan persentase terbanyak yang belum divaksinasi Corona berasal dari Filipina, Taiwan, Jepang, hingga Malaysia.

Kemenkes mengimbau bagi para pelaku perjalanan Internasional untuk lebih dulu divaksinasi sebelum masuk ke Indonesia demi mecegah masuknya varian baru Corona yang berpotensi memiliki penularan lebih cepat. Bagi mereka yang sudah divaksinasi, wajib tetap disiplin menjalani protokol kesehatan.

"Terkait dengan konfirmasi kasus postif COVID-19 dari para pelaku perjalanan luar negeri dilakukan pemeriksaan sequencing untuk mengantisipasi masuknya varian COVID-19 termasuk varian Mu yang saat ini kita ketahui merupakan varian baru," pungkas dia.

dr Nadia mengklaim Indonesia belum menemukan varian Mu dari total 5 ribu sampel whole genome sequencing.



Simak Video "Beda Virus Corona Varian Mu dan Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)