Senin, 13 Sep 2021 07:31 WIB

Riset: Tak Divaksin, 11 Kali Lebih Berisiko Meninggal karena COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Program vaksinasi massal di Tangerang terus dilakukan. Vaksinasi COVID-19 kini sasar orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan individu berkebutuhan khusus (IBK). Vaksin Corona. (Foto ilustrasi: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Studi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkap orang yang tidak divaksinasi 11 kali lebih berisiko meninggal karena COVID-19. Riset ini mengamati kasus COVID-19 rawat inap dan kematian di 13 wilayah Amerika Serikat.

Direktur CDC Dr Rochelle Walensky mengungkap ada lebih dari 600 ribu kasus COVID-19 per April hingga pertengahan Juli yang dipelajari lebih lanjut terkait dengan status vaksinasi. Rupanya mereka yang tidak divaksinasi 4,5 kali lebih berisiko tertular COVID-19 dan 11 kali lebih berisiko tewas karena infeksi Corona.

Studi sebelumnya yang menganalisis hal serupa menunjukkan orang yang tidak divaksinasi 29 kali lebih berisiko dirawat di rumah sakit. Berdasarkan data yang ditelaah dari 43.127 kasus Corona berkaitan dengan vaksinasi.

"Studi ini menemukan bukti lebih lanjut tentang kekuatan vaksinasi," kata Direktur CDC Dr Rochelle Walensky dalam briefing Jumat, dikutip dari CNBC.

CDC menyebut 54 persen dari populasi Amerika Serikat setidaknya sudah menerima vaksinasi penuh.

"Vaksinasi berhasil," kata Walensky.

"Kami memiliki alat ilmiah yang kami butuhkan untuk mengatasi pandemi ini."

Studi ini akan dipublikasikan dalam Morbidity and Mortality Weekly Report pada hari Jumat mendatang. Presiden Joe Biden Kamis lalu meluncurkan rencana luas untuk meningkatkan tingkat vaksinasi COVID-19 di AS, menekan pengusaha swasta untuk memvaksinasi tenaga kerja mereka serta mewajibkan suntikan untuk karyawan federal, kontraktor, dan pekerja perawatan kesehatan.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)