Senin, 13 Sep 2021 14:09 WIB

Tingkatkan Kualitas Layanan, BPJS Kesehatan Luncurkan 3 Inovasi Baru

Inkana Putri - detikHealth
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, Foto: Dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

BPJS Kesehatan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Hal ini diwujudkan melalui peluncuran tiga inovasi baru, yakni Care Center 165, Simplifikasi Thalasemia Mayor & Hemofilia, dan Jurnal JKN.

"Hari ini kita me-launching tiga program, grand launching Jurnal JKN serta perubahan nomor care centre dari 1500400 menjadi 165. Juga yang kita syukri pada hari ini kita bisa me-launching simplifikasi rujukan pelayanan thalasemia mayor dan hemofilia," ujar Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti dalam acara Grand Launching Nomor Layanan Care Center 165, Simplifikasi Thalasemia Mayor & Hemofilia, dan Jurnal JKN, Senin (13/9/2021).

"Kegiatan hari ini merupakan wujud komitmen BPJS Kesehatan untuk senantiasa berinovasi memberikan pelayanan terbaik melalui pemanfaatan teknologi informasi sekaligus memperkuat engagement dengan para pelaku kepentingan terkait program JKN-KIS," imbuhnya.

Terkait inovasi melalui perubahan nomor care centre, Ghufron menyebut hal ini merupakan upaya BPJS Kesehatan dalam mempermudah masyarakat mengakses layanan. Adapun Care Centre 165 diharapkan dapat lebih mudah dihafal sehingga masyarakat semakin mudah memanfaatkan layanan tersebut.

Sementara soal pelayanan thalasemia mayor dan hemofilia, BPJS Kesehatan juga melakukan penyederhanaan. Ghufron mengatakan kini masyarakat tak perlu datang ke Fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) jika masa berlaku surat rujukannya habis.

"Simplifikasi rujukan pelayanan thalasemia mayor dan hemofilia memberikan kemudahan akses dan administrasi pelayanan kesehatan, yang membutuhkan pelayan rutin di rumah sakit," katanya.

"Perpanjangan masa berlaku surat rujukan FKTP yang habis setelah 90 hari (akan) dilakukan oleh petugas FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut) pada aplikasi VClaim setiap periode hari ke 91-120. Surat rujukan tersebut kemudian berlaku hingga 3 bulan ke depan," tambahnya.

Tak hanya itu, dia mengatakan pihaknya juga menghadirkan inovasi portal Jurnal JKN sebagai bukti keterbukaan BPJS Kesehatan terhadap hasil penelitian, gagasan konseptual, serta masukan dan telaah ilmiah. Adapun gagasan tersebut dapat berasal dari akademisi, pakar, dan para pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap jaminan kesehatan atau perlindungan sosial di bidang kesehatan.

"Salah satu upaya kami untuk berkolaborasi dengan sharing pengetahuan program JKN baik nasional dan internasional. Untuk itu, kami meluncurkan web portal Jurnal JKN yang dapat diakses jurnal-jkn.bpjskesehatan.go.id. Publikasi jurnal JKN diharapkan dapat menjawab keingintahuan akademisi dan para peneliti dan masyarakat terhadap program dan inovasi JKN. Ini juga bisa menjadi tambanga emas yang bisa dianalisis karena kalau di perguruan tinggi sering sulit mencari data untuk dianalisis. Ini kalau bisa bekerja sama akan sangat bermanfaat, bukan hanya untuk BPJS tapi juga untuk nasional dan dunia," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Achmad Yurianto mengatakan seluruh inovasi tersebut merupakan upaya BPJS Kesehatan untuk membangun pelayanan kesehatan berorientasi kepuasan pelanggan.

"Dibentuknya call centre nomor yang baru, disederhanakan sistem untuk kasus thalasemia dan hemofilia, serta kita buka jurnal kesehatan merupakan gambaran kita tidak eksklusif dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Tetapi inklusif bersama masyarakat untuk membangunnya," katanya.

"Sekali lagi kami mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan jajaran direksi sebagai bentuk nyata bahwa kita inklusif, kita berada pada sisi pelanggan JKN. Bersama-sama mereka membangun sistem ini sebaik-baiknya yang berorientasi terhadap kepuasan pelanggan," sambungnya.

Terkait Jurnal JKN, Yuri juga mengayak seluruh pihak mulai dari akademisi, ahli, hingga masyarakat umum untuk melakukan kajian. Mengingat hal tersebut dapat meningkatkan sistem pelayanan kesehatan BPJS Kesehatan ke depan,

"Kemudian (untuk) Jurnal JKN siapapun bisa melakukan kajian, memberikan masukan dan tulisan apa pun bentuknya untuk kemajuan sistem yang kita bangun," pungkasnya.



Simak Video "Kemenkes Tegaskan Vaksin Gratis Tanpa Syarat!"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)