Senin, 13 Sep 2021 18:42 WIB

Banyak Provinsi Belum Update Data Corona, Menkes: Ada Puluhan Ribu Kasus

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
eorang seniman melukis mural di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Timur, Rabu (2/12/2020). Nantinya akan ada 100 tiang TOL yang akan dimural dengan gambar protokol kesehatan. Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap banyak provinsi yang belum memperbarui data kasus sembuh dan kematian COVID-19 di atas 21 hari. Hal ini menyebabkan angka kematian masih terus tinggi di tengah tren kasus COVID-19 yang sudah mulai menurun.

Jumlahnya mencapai lebih dari puluhan ribu kasus. Menkes Budi memastikan akan segera mensinkronisasi data tersebut, selambatnya rampung di bulan depan.

"Cases fatality rate (CFR) masih tinggi terus terang kita datanya masih belum sempurna, jadi kemarin kita melakukan cleansing data, kita melihat banyak data dari daerah-daerah yang belum di-update jadi sakitnya sudah lebih dari 21 hari," sebut Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Senin (13/9/2021).

"Padahal COVID-19 ini kan rata-rata 14 hari sembuh atau wafat, sangat jarang yang di atas 14 hari, itu banyak sekali kasusnya sampai puluhan ribu yang di atas 21 hari," beber Menkes Budi.

Budi mengaku Kemenkes RI sudah berkoordinasi dengan sejumlah provinsi untuk mengoreksi data terkait, demi mempercepat gambaran kasus kematian dan sembuh Corona di Indonesia.

"Kita harapkan di bulan depan angka kematian dan angka kesembuhan itu sudah mencerminkan angka yang lebih normal," sambung dia.

Sementara Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan RI menyebut masih ada 25 persen kasus aktif yang masih perlu diperbarui datanya. Ia menegaskan Kemenkes RI hingga saat ini terus memperbarui data.

"Ini terus dilakukan validasinya," jelas dr Nadia melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (13/9/2021).



Simak Video "Kasus Covid-19 di Malaysia Meningkat, Kemenkes RI Ingatkan Prokes"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/fds)