Rabu, 15 Sep 2021 09:27 WIB

Satgas: RI Jangan Sampai Diserang Gelombang Ketiga Beberapa Bulan ke Depan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Satgas COVID-19 minta masyarakat waspadai terjadinya gelombang ketiga. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Belakangan ini, kasus COVID-19 di Indonesia terus mengalami penurunan. Meski begitu, pemerintah tetap meminta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi dalam rangka mengontrol tren kasus tersebut.

Meski begitu, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengatakan Indonesia harus tetap mewaspadai third wave atau gelombang ketiga beberapa bulan ke depan.

"Kita harus waspada dan tetap disiplin protokol kesehatan agar kita tidak menyusul third wave atau lonjakan dalam beberapa bulan ke depan," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan BNPB pada Selasa (14/9/2021).

Wiku mengungkapkan sebagian negara di dunia telah melewati tiga gelombang COVID-19. Puncak pertama terjadi di Januari 2021, puncak kedua pada April 2021, dan puncak ketiga pada Agustus 2021 lalu.

Situasi ini berbeda dengan yang terjadi di Indonesia. Pada April 2021, Indonesia justru tengah mengalami pelandaian kasus dan baru mengalami puncak gelombang kedua pada Juli 2021.

Tak hanya itu, di September ini dunia tengah mencapai puncak kasus COVID-19 gelombang ketiga. Sementara kasus di Indonesia terus menunjukkan penurunan.

Meski terlihat membaik, Wiku terus mengingatkan untuk tetap waspada dan berhati-hati. Ia meminta seluruh pihak untuk disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Selain itu, ia pun berjanji akan terus meningkatkan 3T (testing, tracing, dan treatment), serta mendorong laju vaksinasi di Indonesia.

"Tugas besar kita sekarang adalah mempertahankan kurva yang telah melandai ini," pungkasnya.



Simak Video "Hadapi Gelombang Ketiga, Korsel Sulap Kontainer Jadi Bangsal RS"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)