Rabu, 15 Sep 2021 11:15 WIB

5 Anak Punk Tewas, Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Minum Hand Sanitizer

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Korban tewas akibat pesta minuman keras (miras) dicampur cairan hand sanitizer bertambah jadi lima orang. Begini momen horor tewasnya para korban. (dok Istimewa) Foto: Korban tewas akibat pesta minuman keras (miras) dicampur cairan hand sanitizer bertambah jadi lima orang. Begini momen horor tewasnya para korban. (dok Istimewa)
Jakarta -

Lima anak punk di Berau, Kalimantan Timur, tewas usai pesta minuman keras (miras) yang dioplos dengan cairan hand sanitizer. Dilaporkan, lima anak punk tersebut 'diprank' remaja berinisial HK (17).

Menurut Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono, HK memberi cairan hand sanitizer ke anak punk karena kesal kerap dipalak oleh para korban. Ia mengaku cairan yang dibawanya kepada korban adalah miras.

"Mereka minum bersama di kos salah satu korban. Tersangka hanya minum beberapa teguk tapi langsung memuntahkannya di dapur, sedangkan ketiga korban meminum sampai habis satu botol hand sanitizer ini yang dikira miras," jelas Kapolres Berau AKBP Anggoro Wicaksono, melalui Kasat Reskrim AKP Ferry Putra Samodra saat dihubungi, Selasa (14/9/2021).

Apa yang terjadi pada tubuh ketika hand sanitizer diminum?

Dikutip dari Health, meski hand sanitizer dapat membuat seseorang menjadi mabuk karena kandungan alkohol di dalamnya, namun cairan ini bisa berdampak buruk pada kesehatan.

"Hand sanitizer banyak mengandung zat berbahaya jika tertelan, tidak boleh diminum," ucap Jamie K Alan, PhD, asisten profesor farmakologi dan toksikologi di Michigan State University.

Setidaknya ada kandungan 60 persen alkohol di dalam hand sanitizer. Selain itu, Alan juga mengingatkan bahwa hand sanitizer mengandung metanol yang sangat berbahaya jika tertelan.

Paparan metanol dalam jumlah besar dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, dan penglihatan kabur. Kemudian efek samping yang lebih serius dapat menyebabkan kebutaan permanen, kejang, koma, kerusakan permanen pada sistem saraf, dan bahkan kematian. Jika hand sanitizer tersebut tak mengandung metanol, cairan ini tetap berbahaya bagi tubuh.

"Dapat menyebabkan kerusakan hati yang serius," ucap Susan Besser, MD, seorang dokter perawatan primer di Mercy Medical Center di Baltimore.



Simak Video "18 Hand Sanitizer Mengandung Zat Kimia Tinggi Ditarik Singapura"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/naf)