Kamis, 16 Sep 2021 13:00 WIB

DKI Larang Minimarket Pajang Rokok, Daerah Lain Kapan Nyusul?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pajangan rokok ditutup Etalase produk rokok di DKI ditutup. (Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan edaran menutup etalase produk rokok sebagai upaya melindungi masyarakat dari bahaya rokok. Sejumlah minimarket pun mulai menutup produk rokok dengan kain.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI dr Cut Putri Arianie, mengatakan kebijakan yang dilakukan DKI sejalan program pemerintah untuk memperbanyak Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Namun untuk implementasi di daerah lain, ia mengatakan harus disesuaikan dengan kebijakan provinsi masing-masing.

"Ini masa otonomi daerah, saya tidak bisa jawab apakah daerah lain mau juga melakukannya, kalau aturan tentang pengendalian konsumsi rokok untuk negara sudah ada di UU dan PP ya," katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (16/9/2021).

Prevalensi merokok di Indonesia masih sangat tinggi. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menyatakan bahwa terdapat peningkatan prevalensi merokok penduduk umur 10 Tahun dari 28,8 persen pada tahun 2013 menjadi 29,3 persen pada tahun 2018.

Kemenkes sendiri telah membuat aturan untuk mengendalikan jumlah perokok dengan membentuk KTR dan pencantuman peringatan kesehatan pada kemasan rokok.

"Negara sudah perintah melalui UU dan PP agar lakukan pengendalian konsumsi rokok," ujar Cut.

Kemenkes dan lembaga terkait berupaya melindungi masyarakat dari paparan asap rokok dengan meningkatkan cukai rokok, melarang iklan rokok serta kebijakan kawasan bebas rokok.



Simak Video "Sejumlah Penyakit Berbahaya yang Mengintai Para Perokok"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)