Jumat, 17 Sep 2021 14:20 WIB

e-Life: 'Seks Anal dari Kacamata Medis'

dtv - detikHealth
Jakarta -

Berhubungan seksual melalui 'jalan belakang' atau anal seks dikatakan lebih berisiko dibandingkan penetrasi vaginal. Risiko yang dimaksud mulai dari infeksi bakteri, hingga penyakit menular seksual.

Tapi apakah seks semacam ini benar-benar tidak boleh dilakukan? Atau apakah ada kondisi-kondisi tertentu seks anal ini dapat dilakukan?

Mari kita bahas soal seks anal ini dari sudut pandang kesehatan medis. Bagaimana dunia kedokteran melihat aktivitas seksual ini?

Malam ini e-Life mengangkat tema 'Seks Anal dari Kacamata Medis', bersama dengan Pakar Andrologi, Seksologi dan Anti-Aging Medicine, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And-KSAAM.

Jangan lewatkan tayangannya, Jumat (17/9/21) pukul 19.00 WIB live hanya di detikcom.

(gah/gah)