Minggu, 19 Sep 2021 09:40 WIB

Terpopuler Sepekan

WHO Beri 'Warning' ke Jabar-Jatim-Banten, Ini Alasannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Di tengah tingginya lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia, membuat para dokter muda menjadi garda terdepan untuk merawat dan mengobati para pasien. Pasien COVID-19. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Meski kasus di sebagian besar wilayah Indonesia turun, pemerintah diminta tetap mewaspadai dan mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga meminta untuk memonitor perkembangan Corona di sejumlah provinsi karena mobilitasnya yang tinggi.

"Terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten, yang telah mencapai tingkat mobilitas pra pandemi," ungkap WHO dalam laporan mingguan per Rabu, 15 September 2021.

Tren peningkatan mobilitas terlihat di seluruh provinsi di Jawa-Bali, terutama di lokasi transit (halte, stasiun, terminal, dan semacamnya) serta lokasi perbelanjaan ritel dan rekreasi. WHO memperingatkan peningkatan mobilitas dapat menyebabkan peningkatan interaksi di antara orang-orang yang dapat memengaruhi penularan COVID-19.

Badan kesehatan dunia itu juga meminta adanya rencana antisipasi dan mitigasi sebab peningkatan mobilitas akan berdampak pada transmisi kasus dan kenaikan infeksi COVID-19.

Kabar baiknya, persentase positivity rate yang mencapai puncak di pertengahan Juli dengan 30,5 persen disoroti WHO menurun drastis dengan capaian testing minimal di hampir seluruh provinsi Indonesia. Dalam catatan WHO, Indionesia mengalami penurunan 30 persen kasus di rentang tanggal 6 hingga 12 September, jika dibanding dengan minggu sebelumnya.



Simak Video "Kasus Covid-19 di Malaysia Meningkat, Kemenkes RI Ingatkan Prokes"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)