Minggu, 19 Sep 2021 16:37 WIB

IDI Ungkap Kondisi Terkini 9 Nakes Korban Penyerangan KKB di Papua

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Tenaga kesehatan (nakes) korban kekejian KKB di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang berhasil dievakuasi menggunakan helikopter TNI AD ke Jayapura (dok TNI AD) Foto: Tenaga kesehatan (nakes) korban kekejian KKB di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang berhasil dievakuasi menggunakan helikopter TNI AD ke Jayapura (dok TNI AD)
Jakarta -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Papua melaporkan perkembangan penanganan tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi korban penyerangan teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang. Disebutkan, saat ini semua nakes sudah dievakuasi ke Jayapura.

Sebelumnya diberitakan bahwa aksi keji dari KKB telah menewaskan salah satu perawat bernama Gabriela Meilani. Setelah membakar puskesmas di Distrik Kiwirok, para nakes yang melarikan diri dilecehkan dan dan ditendang ke jurang.

Terkait hal ini, IDI Papua telah mengirim surat kepada Gubernur Papua untuk meminta jaminan keamanan dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat, namun hingga saat ini mereka belum mendapat tanggapan.

Ketua IDI Papua, dr Donald Aronggear, SpB(K), mengatakan saat ini sebanyak 9 orang nakes yang bertugas di Distrik Kiwirok, yaitu dr Restu Pamanggi, Marselinus Ola Attanila, Manuel Abi, Martinus Deni Satya, Lukas Luji, Patra, Siti Khodijah, Katrianti Tandila, dan Christina Sampetonapa, sudah dievakuasi ke Jayapura dan semuanya tengah menjalani penanganan medis dan psikis untuk trauma yang dialami.

Kemudian jenazah perawat Gabriela Meilani yang meninggal akibat penyerangan tersebut sudah diangkat dari jurang dan ditempatkan di lokasi perlindungan terdekat di Kiwirok seraya menunggu evakuasi. Pasalnya, proses evakuasi jenazah oleh helikopter TNI terkendala oleh cuaca yang kurang baik serta adanya penembakan.

Selain itu, dr Donald mengatakan seluruh pelayanan kesehatan di wilayah Kiwirok, Oksibil, dan Pegunungan Bintang saat ini dihentikan seraya menunggu jaminan keamanan dari pemerintah untuk para nakes yang bertugas.

"Kami meminta pada seluruh pihak untuk memberikan privasi bagi para tenaga kesehatan yang menjadi korban penyerangan tersebut karena masih mengalami trauma," tegas dr Donald dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (19/9/2021).

IDI Papua juga mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dari TNI dan Polri yang telah membantu mengevakuasi dan menyediakan fasilitas untuk para korban.

"Kami berharap agar segera ada jawaban dari pemerintah provinsi dan pusat untuk penanganan masalah ini, supaya aktifitas melayani masyarakat terutama di wilayah pedalaman bisa segera dilanjutkan, dan masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan segera bisa ditangani," tutur dr Donald.

Simak video 'Nakes Jadi Korban KKB, Amnesty International Pertanyakan Kehadiran Negara':

[Gambas:Video 20detik]



(ryh/kna)