Senin, 20 Sep 2021 08:30 WIB

100 Juta Vaksin Corona Ketahuan Ditimbun di Negara-negara Kaya, Ini Penegasan AS

Vidya Pinandhita - detikHealth
Vaccine and syringe injection It use for prevention, immunization and treatment from COVID-19 Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/kiattisakch)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menegaskan sebanyak 100 juta stok vaksin COVID-19 harus disebarkan ke negara-negara miskin sebelum mencapai tanggal kedaluwarsa. Hal tersebut disampaikan oleh mantan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, usai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) terkait peningkatan vaksinasi COVID-19, Rabu (15/9/2021).

Brown menyebut, Airfinity, sebuah perusahaan informasi dan analitik alamiah, menemukan 100 juta dosis vaksin COVID-19 ditimbun di negara-negara kaya di belahan bumi utara yang akan kedaluwarsa pada Desember 2021.

Misalnya dari 5,7 miliar dosis vaksin COVID-19 yang ada di dunia, hanya 2 persen di antaranya berada di Afrika.

"Kami membutuhkan rencana untuk mendistribusikan vaksin COVID-19 dengan cepat," tegas Brown dalam keterangan resmi, dikutip dari Reuters, Senin (20/9/2021).

"Ini akan menjadi tragedi politik yang mendalam dan kolektif jika KTT ini melewatkan kesempatan untuk menindaklanjuti dosis (vaksin COVID-19) yang seharusnya segera ditransfer ke negara-negara miskin," lanjutnya.

Mengacu pada data Airfinity, para ahli memprediksi tanpa percepatan distribusi vaksin akan ada 100 juta lebih banyak kasus COVID-19 pada musim panas mendatang, serta satu juta kasus kematian lebih banyak akibat keterbatasan jumlah ventilator dan oksigen yang tak mampu memfasilitasi lonjakan jumlah pasien.

"Tidak masuk akal bahwa 100 juta vaksin harus dibuang dari persediaan negara-negara kaya sementara populasi negara-negara termiskin di dunia akan membayar limbah vaksin kami dengan nyawa yang hilang," beber Brown.

Menurutnya, para pemimpin harus memutuskan langkah lebih lanjut terkait tukar kontrak pengiriman. Selain itu, hambatan regulasi untuk ekspor vaksin COVID-19 harus diatasi, dibarengi tanggung jawab biaya penggunaan vaksin yang ditimbun.

"Tidak ada yang aman di mana pun sampai semua orang aman di semua tempat," pungkas Brown.



Simak Video "Komnas KIPI: Efek Vaksin Covid-19 Lebih Banyak Dialami Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/fds)