Selasa, 21 Sep 2021 17:00 WIB

Riset UI: Pendapatan Turun Tak Kurangi Konsumsi Rokok Selama Pandemi COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi Rokok Riset UI menunjukkan mereka yang pendapatannya berkurang, tidak mengurangi konsumsi rokok. (Foto: (iStock)
Jakarta -

Para ahli menyepakati bahwa kebiasaan merokok akan meningkatkan risiko gejala berat dan kematian jika terinfeksi Corona. Kebiasaan merokok juga terkait dengan banyak masalah kesehatan.

Peneliti dari Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) menemukan intensitas merokok tidak menurun selama pandemi COVID-19. Kebiasaan ini bahkan tidak berkurang di kalangan keluarga berpendapatan rendah yang sangat terdampak COVID-19.

"Tidak banyak terjadi perubahan status merokok setelah 10 bulan pandemi COVID-19 di Indonesia," tulis penelitian tersebut seperti yang dilihat detikcom, Selasa (21/9/2021).

Hasil penelitian dari 779 responden berbagai latar belakang sosio-demografi ini menemukan berdasarkan kelompok pendapatan, proporsi responden dengan pada kelompok pendapatan terendah (5 juta ke bawah) memiliki intensitas merokok yang sama dengan responden berpendapatan tinggi (10-20 juta).

Padahal, pada kelompok pendapatan rendah tersebut, mayoritas responden menyatakan bahwa kondisi keuangan mereka selama pandemi tergolong "kurang cukup".

Data hasil survei juga menunjukkan bahwa separuh responden pada kelompok pendapatan rendah tersebut (50,86%), mengubah pilihan rokoknya dan beralih ke rokok yang harganya lebih murah.

Dari aspek kesejahteraan materi, 63 persen responden merasa pengeluaran suaminya untuk membeli rokok sangat besar dan hampir 50 persen esponden juga merasa bahwa pengeluaran suami untuk membeli rokok telah menyebabkan berkurangnya alokasi anggaran rumah tangga untuk keperluan yang lain.

"Dampak dari kebiasaan merokok pasangan, ditambah lagi dengan pandemi COVID-19 membuat wanita, yang merupakan pasangan atau istri dari perokok, menanggung beban tiga kali lipat lebih berat," ujar Ketua PKJS-UI, Ir Aryana Satrya.



Simak Video "Menakar Probabilitas Level Covid-19 RI Turun dari Pandemi ke Endemi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)