Selasa, 21 Sep 2021 17:50 WIB

Nah Lho, Satgas Wanti-wanti Risiko RI Hadapi Gelombang Ketiga COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Petugas gabungan melakukan penyekatan di check point Cileunyi. Para pengendara yang tak dapat menunjukkan surat bebas COVID-19 pun dites rapid antigen. Satgas mewanti-wanti risiko gelombang ketiga COVID-19. (Foto: Wisma Putra/Detikcom)
Jakarta -

Para ahli meyakini bukan mustahil gelombang ketiga COVID-19 akan terjadi di Indonesia. Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengaku peluang lonjakan kasus memang ada, tetapi beberapa beragam pemicu-nya, sebenarnya bisa dihindari.

"Umumnya peluang lonjakan dapat meningkat saat datang libur panjang dan pelaksanaan kegiatan besar di masyarakat di dalam negeri," jelas Prof Wiku dalam konferensi pers Selasa (21/9/2021).

"Walaupun terdapat gelombang baru di negara-negara lain di dunia, namun kita juga perlu menghadapi ancaman lonjakan kasus yang ada di dalam negeri akibat faktor yang khas ditemui di Indonesia, misalnya tradisi berkumpul dan bepergian yang seringkali menyebabkan masyarakat abai pada protokol kesehatan," sebut dia.

Wiku menegaskan agar masyarakat tetap waspada dan tidak mengendorkan protokol kesehatan sehingga gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia bisa terhindar. Warga juga diimbau untuk membatasi mobilitas baik di dalam maupun luar negeri.

"Perlu diingat potensi kenaikan kasus dapat dihindari apabila kita tidak mengendorkan pelaksanaan kebijakan berlapis, vaksinasi, mobilitas, dan menggalakkan upaya 3T dan 3M," pungkas Prof Wiku.



Simak Video "Gelombang Ketiga Diprediksi Terjadi Januari-Februari 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)