Jumat, 24 Sep 2021 20:16 WIB

Singapura Kembali Cetak Rekor COVID-19, Jadi 'Damai' Nggak Nih?

Ayunda Septiani - detikHealth
Singapura kembali memperketat pembatasan imbas lonjakan jumlah kasus COVID-19 beberapa hari terakhir. Padahal hampir 3 minggu Singapura membuka roadmap hidup berdampingan dengan COVID-19. COVID-19 di Singapura (Foto: Getty Images/Ore Huiying)
Jakarta -

Singapura lagi-lagi mencatatkan rekor kasus harian COVID-19 tertinggi. Pada Kamis (23/9/2021), negara tersebut mencatat 1.504 kasus baru COVID-19.

Adapun 1.491 kasus infeksi lokal terdiri dari 1.218 kasus komunitas dan 273 warga asrama. Ada juga 13 kasus impor.

Dikutip dari laman CNA, Kementerian Kesehatan (MOH) Singapura juga mengumumkan dua kasus kematian, menjadikan jumlah kematian nasional menjadi 70.

MOH menyebutkan, kasus kematian pertama dari seorang wanita warga Singapura berusia 93 tahun yang dinyatakan positif COVID-19 pada 17 September lalu. Wanita tua itu pun juga belum divaksin. Selain itu, ia juga memiliki riwayat gagal jantung, diabetes mellitus, hipertensi dan hiperlipidemia.

Kasus kematian kedua, seorang wanita Singapura yang berusia 71 tahun, dinyatakan positif terpapar COVID-19 pada hari Kamis dan meninggal pada hari yang sama. Ia juga tidak divaksinasi dan memiliki riwayat kanker.

Kementerian Kesehatan Singapura merilis data kasus-kasus baru termasuk 343 lansia di atas usia 60 tahun.

Hingga Kamis (23/9/2021), Singapura telah melaporkan total 82.856 kasus COVID-19. Ada 1.120 pasien yang dirawat di rumah sakit. Sebagian besar dalam kondisi baik dan dalam pengawasan, kata MOH.

Selama 28 hari terakhir, 97,9 persen kasus lokal tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan.

Ada 289 kasus yang membutuhkan suplementasi oksigen dan 29 berada di ICU. Dari jumlah tersebut, 53,8 persen divaksinasi penuh dan 46,2 persen divaksinasi sebagian atau tidak divaksinasi.



Simak Video "Situasi Lonjakan Covid-19 Singapura: Ada 15 Klaster Besar"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)