Senin, 27 Sep 2021 09:07 WIB

Malaysia Akan Sanksi Tegas Guru yang Tolak Vaksinasi COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengundurkan diri setelah kehilangan dukungan mayoritas di parlemen, menyusul ketidakpuasan publik dalam cara pemerintah menangani COVID. Pelaksanaan vaksinasi Corona di Malaysia. (Foto: Getty Images/Annice Lyn)
Jakarta -

Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Pendidikan akan mengambil tindakan tegas kepada para guru yang menolak vaksinasi COVID-19.

Menteri Pendidikan Senior Datuk Radzi Jidin mengatakan salah satu solusi yang dipikirkan demi keselamatan siswa adalah dengan memindahkan guru.

"Sebelumnya, guru yang tidak divaksinasi tidak bisa mengajar secara tatap muka tetapi harus hadir di sekolah, di mana mereka ditempatkan di tempat khusus dan diberi tugas," katanya dikutip dari Bernama, Senin (27/9/2021).

"Namun, jika kita melihat data ini, kita menemukan bahwa di sekolah-sekolah tertentu ada guru yang menolak untuk divaksinasi mengajar mata pelajaran yang sama, jadi bagaimana kita bisa terus belajar dalam konteks ini?" lanjutnya.

Dia mengatakan masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan memindahkan guru, termasuk antarnegara, mungkin dilakukan untuk menyelesaikannya. Radzi menyebut bahkan pada tahap awal, guru yang menolak divaksinasi telah disarankan dan diberi waktu yang cukup untuk mendapatkan suntikan vaksin.

Dari 2.500 guru yang menolak divaksinasi, 500 di antaranya sudah mulai divaksinasi.

"Ini mungkin terlihat seperti jumlah yang kecil tetapi kita tidak bisa membiarkan ini terus berlanjut dan kita harus mengambil tindakan segera," katanya.

Kementerian terkait disebut sedang menunggu Departemen Layanan Umum untuk memutuskan bentuk tindakan yang tepat yang akan diambil terhadap para guru.



Simak Video "Relawan Pemakaman Malaysia Ketar-ketir Lihat Lonjakan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)