Selasa, 28 Sep 2021 08:03 WIB

Beda Lagi, Pakar Ini Prediksi Gelombang Ketiga COVID-19 RI Desember-Januari 2022

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pandemi COVID-19 DKI Jakarta makin hari makin terkendali. Salah satu indikatornya persentase kasus positif COVID-19 sudah berada di angka 0,9 persen. Gelombang ketiga diprediksi akhir tahun. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Peningkatan mobilitas di tengah pelonggaran PPKM bisa memicu lonjakan kasus bahkan gelombang ketiga COVID-19 di Indonesia.

Berdasarkan pantauan Kementerian Kesehatan, mobilitas di hampir semua provinsi menunjukkan peningkatan. Bahkan tingkat mobilitas di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sudah melampaui level sebelum pandemi.

Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko menegaskan risiko penyebaran COVID-19 semakin meningkat seiring dengan semakin tingginya mobilitas dan kerumunan masyarakat. Belajar dari sebelumnya, beberapa kali lonjakan kasus COVID-19 di tanah air terjadi setelah melewati libur panjang yang mengakibatkan mobilitas dan kerumunan.

"Prediksi Desember-Januari itu kemungkinan puncak ketiganya," katanya dikutip dari siaran pers KPCPEN, Selasa (28/9/2021).

Indonesia akan menghadapi hari libur keagamaan serta mendekati libur tahun baru yang akan membuat mobilitas masyarakat kian tinggi. Ancaman gelombang ketiga COVID-19 juga semakin besar jika capaian vaksinasi tidak sampai 50 persen pada Desember 2021.

Puncak kasus dan gelombang ketiga juga bisa terjadi jika penelusuran kontak lambat dan pengawasan saat pasien COVID-19 isolasi mandiri lemah. Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap patuhi protokol kesehatan. Jangan sampai kondisi yang sudah membaik dan jumlah kasus yang menurun, justru membuat lengah dan abai

"Jadi ya memang bakal mengalami puncak lagi, kalau 3T lemah," ujarnya.



Simak Video "Waspada Gelombang Ketiga Corona, Ayo Belajar dari 3 Bulan Lalu!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)