Selasa, 28 Sep 2021 15:31 WIB

Dubes RI Cerita Kondisi Singapura: Kembali Terapkan WFH, Sekolah di Rumah

Firdaus Anwar - detikHealth
View of the merlion statue of Merlion Park, and the financial district in downtown Singapore. The merlion is a symbol and mascot of Singapore. Foto: Getty Images/Marcus Lindstrom
Jakarta -

Singapura tengah menghadapi lonjakan kasus COVID-19 akibat varian Delta. Pada hari Minggu (26/9/2021), Singapura melaporkan rekor harian COVID-19 tertinggi dengan 1.939 kasus baru.

Dubes Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo, mengatakan peningkatan kasus harian COVID-19 di atas 1.000 jadi hal yang mengagetkan. Pemerintah Singapura disebut tadinya memprediksi hanya akan terjadi penambahan ratusan kasus saat mulai menerapkan pelonggaran.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran sehingga banyak orang yang mendatangi rumah sakit (RS) untuk memeriksakan diri.

"Ini cukup mengagetkan bagi pemerintah Singapura karena mereka memperkirakan maksimum hanya sampai 200 (kasus). Tapi tiba-tiba sampai 1.900," kata Suryo dalam diskusi yang disiarkan kanal Youtube Forum Merdeka Barat 9, Selasa (28/9/2021).

Menurut Suryo, secara keseluruhan sistem kesehatan di Singapura saat ini masih cukup mampu menampung pasien. Jumlah orang yang dirawat di RS tidak mencapai 1.000 pasien dari kapasitas sekitar 15.000 tempat tidur.

"Tetapi bagi Singapura ini jumlah yang cukup besar karena itu mereka melakukan antisipasi, mencoba menghindari jangan sampai kemudian kondisinya semakin mengalami perburukan," ungkap Suryo.

"Karena itu sejak Senin (27/9) dilakukan pengetatan kembali. Orang diminta untuk work from home (WFH), kemudian anak kelas 1 sampai kelas 5 diminta selama dua minggu sekolah dari rumah, perjalanan keluar makan di restoran hanya diperbolehkan untuk 2 orang, kita menerima tamu satu hari hanya boleh maksimal 2 orang saja," paparnya.



Simak Video "Situasi Lonjakan Covid-19 Singapura: Ada 15 Klaster Besar"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)