Rabu, 29 Sep 2021 08:46 WIB

WHO Minta China Kerja Sama Ungkap Misteri Asal-usul COVID-19

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
WUHAN, CHINA - APRIL 13: (CHINA OUT) A worker walks on the conveyor belt for passengers in the No. 2 Terminal Building of Wuhan Tianhe Airport on April 13, 2008 in Wuhan of Hubei Province, China. The new No. 2 Terminal Building of Tianhe Airport, which is due to open on April 15, 2008 has a annual passenger handling capacity of 13 million and a cargo handling capacity of 320,000 tons. Its 20 boarding bridges can berth 11 Boeing 737s, eight Boeing 767s and 1 A380 Airbus at the same time. (Photo by China Photos/Getty Images) Foto: Getty Images/China Photos
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa mereka mengharapkan semua negara, termasuk China, untuk berkolaborasi dalam penyelidikan tahap kedua tentang asal-usul virus Corona setelah misi awal ke China.

Direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa dia berharap fase studi berikutnya akan dimulai sesegera mungkin. Dia juga mengulangi dukungannya untuk perjanjian internasional tentang kesiapsiagaan dan respons pandemi.

"Dunia membutuhkan kerangka kerja," katanya dikutip dari Reuters.

WHO akan melakukan penyelidikan baru tentang asal-usul COVID-19, beberapa bulan setelah penyelidikan sebelumnya berakhir tanpa menarik kesimpulan tegas.

Badan kesehatan dunia ini membentuk tim yang terdiri dari sekitar 20 ilmuwan yang akan ditugaskan untuk menemukan bukti baru di China dan tempat-tempat lain. Kelompok itu akan memeriksa apakah virus muncul dari laboratorium, sebuah teori yang ditolak mentah-mentah oleh China.

Pada Desember 2020, penyelidik WHO memulai kunjungan ke Wuhan, China, tempat wabah virus pertama kali diketahui terjadi. Tetapi laporan Maret 2021 mereka mengatakan bahwa mereka mendapatkan informasi yang tidak memadai dari para ilmuwan China untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci tentang asal-usul COVID-19.

Dilaporkan Wall Street Journal, selama berbulan-bulan, pemerintah China bersikeras baik di depan umum, dan dalam pertemuan pribadi dengan Dr. Tedros, bahwa studi tentang asal-usul virus sekarang harus fokus pada negara lain, seperti Italia, atau pada fasilitas bioresearch militer AS di Fort Detrick, kata seseorang yang mengetahui surat-surat itu.

Tidak jelas apakah tim baru, yang menurut pejabat WHO akan dipilih pada akhir minggu ini, akan dapat menerbangkan para ahli ke China atau membuat kemajuan signifikan dalam menyelesaikan perdebatan asal-usul selama kebuntuan itu tetap ada.

Pemerintah China menolak mengatakan apakah akan mengizinkan tim baru masuk ke negara itu. Kementerian luar negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa China telah "bekerja sama sepenuhnya" dengan penyelidikan sebelumnya.



Simak Video "Peringatan China ke WHO soal Rencana Baru Cari Asal Usul Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)