Rabu, 29 Sep 2021 14:13 WIB

Kemenkes Sebut Jokowi Bakal Terima Booster Vaksin COVID-19 Tahun Depan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima suntikan dosis kedua vaksin Covid-19 pada Rabu, 27 Januari 2021, di sisi barat halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta. Dua minggu lalu, tepatnya pada 13 Januari 2021, Presiden menjadi orang pertama yang menerima suntikan dosis vaksin dalam program vaksinasi massal secara gratis di Indonesia. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Pihak Kementerian Kesehatan mengatakan Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menerima vaksin dosis ketiga atau vaksin booster pada tahun 2022 mendatang.

Juru bicara vaksinasi dari Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi, juga membenarkan wacana Presiden Joko Widodo akan menerima vaksin booster tahun depan.

"Rencana (booster vaksin Presiden Jokowi) di 2022 ya," ujar dr Nadia yang dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (29/9/2021).

Namun, dr Nadia tidak menjelaskan lebih lanjut vaksin jenis apa yang akan diberikan pada Presiden Jokowi dan para pejabat tinggi tersebut. Ia mengatakan sampai saat ini vaksin booster masih diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan dan tenaga penunjang lainnya yang bertugas di fasilitas kesehatan.

Ke depannya, skema pemberian vaksin booster ini akan dilakukan secara mandiri atau berbayar. Namun, untuk para anggota dari penerima bantuan iuran (PBI) akan dibiayai negara.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam pemaparannya bersama Komisi IX DPR RI beberapa waktu lalu mengatakan vaksin booster untuk masyarakat umum bisa tersedia di tahun depan. Namun tidak semua masyarakat akan mendapatkannya secara gratis.

Sementara itu, untuk masyarakat yang termasuk golongan PBPU III (Pekerja Bukan Penerima Upah kelas III), vaksin booster ini akan dibebankan kepada Pemerintah Daerah setempat. Untuk sisanya, sekitar 93,7 juta jiwa, akan termasuk dalam skema mandiri yang akan membeli sendiri vaksin booster yang sudah mendapat emergency use authorization (EUA), dari WHO maupun BPOM.

"Masyarakat bisa memilih jenis vaksinnya sama seperti beli obat di apotek. Ini akan kita buka pasarnya agar masyarakat bisa membeli booster," ujar Menkes.



Simak Video "Apakah Suntikan Booster Efektif Lawan Varian Baru Covid-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)