Rabu, 29 Sep 2021 15:33 WIB

Diprediksi Jadi Endemi, Pakar Tegaskan COVID-19 Tak Bisa Disamakan dengan Flu

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Hingga kini pandemi COVID-19 masih belum berakhir. Warga diharapkan untuk tetap mematahi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Banyak pakar memprediksi bahwa pandemi COVID-19 akan segera beralih menjadi endemi. Tak hanya itu, COVID-19 ini juga disebut-sebut bisa berubah menjadi seperti flu biasa dan virusnya tak akan pernah hilang total.

Namun, pakar epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan membiarkan COVID-19 menjadi endemi dan menyamakannya dengan flu biasa nantinya bukanlah hal yang tepat. Pasalnya, keputusan ini bisa berdampak buruk ke banyak hal, terutama pada kesehatan masyarakat.

"Fakta ilmiah tentang perkembangan penyakit Covid selama dan setelah infeksi (long Covid) semakin menunjukkan bahwa penyakit ini tidak sama dengan flu. Jadi, sangat tidak tepat jika kita menganggap ini akan seperti flu dalam artian dampaknya, kesamaannya antara lain dalam potensi Covid menjadi endemik seperti halnya flu," jelas Dicky pada detikcom, Rabu (29/9/2021).

"Namun, ini pun tidak atau bukan pilihan solusi yang tepat, karena pemikiran membiarkan Covid menjadi endemik akan memiliki banyak dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat dan juga kualitas SDM suatu bangsa," lanjutnya.

Selain itu, Dicky juga menekankan COVID-19 dan flu bukanlah penyakit yang sama. Sebab, flu tidak akan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh dan tidak memiliki dampak yang panjang, seperti yang terjadi pada COVID-19 atau sering disebut long Covid.

Maka dari itu, Dicky menegaskan dengan membiarkan COVID-19 menjadi endemik bukan rencana yang tepat. Meski itu akan terjadi secara alami, masyarakat harus tetap melakukan pencegahan dengan vaksinasi dan memperketat protokol kesehatan yang mungkin akan terus dalam waktu yang lama.

"Sekali lagi, 'membiarkannya menjadi endemik' bukanlah rencana yang tepat, meski itu akan terjadi secara alami hingga nanti hanya ada strain yang relatif tidak berbahaya (misalnya seperti flu biasa) yang ada," tegas Dicky.

"Saat ini kita harus melawannya dengan vaksinasi dan tindakan pencegahan penularan yang tampaknya akan harus kita lakukan setidaknya selama satu dekade," pungkasnya.



Simak Video "Syarat Pandemi Covid-19 di Indonesia Berubah Menjadi Endemi"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)