Minggu, 03 Okt 2021 12:34 WIB

Gejala dan Penyebab Tumor Otak, Diidap Dirut TransJakarta Sebelum Meninggal

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Dirut Tj, Sardjono Jhony Foto: Dirut Tj, Sardjono Jhony (Dok.TransJakarta)
Jakarta -

Kabar duka, Direktur Utama (Dirut) PT TransJakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo, meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Minggu (3/10/2021). Menurut keterangan PT TransJakarta, dikutip dari CNNIndonesia, Sardjono meninggal karena mengidap tumor otak.

Sebelumnya, Sardjono menjalani perawatan medis di ruang ICU RSPAD Gatot Soebroto selama beberapa hari terakhir.

"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, pagi ini telah berpulang ke rahmatullah, Bapak Sardjono Jhony Tjitrokusumo, Dirut PT Transjakarta," demikian bunyi keterangan resmi PT TransJakarta Minggu (3/10/2021).

Dikutip dari Mayo Clinic, tumor otak adalah massa atau pertumbuhan sel abnormal di otak. Jenis tumor otak berbeda, ada yang jinak hingga ganas.

Tingkat pertumbuhan dan lokasi tumor otak menentukan bagaimana penyakit menyerang sistem saraf seseorang. Maka dari itu, pengobatan tumor otak juga disesuaikan dengan diagnosa jenis tumor yang diidap.

Gejala tumor otak

Namun, ada sejumlah gejala yang perlu diwaspadai menandakan tumor otak. Pasien banyak mengeluhkan tanda-tanda seperti berikut.

  • Perubahan pola sakit kepala
  • Sakit kepala yang berangsur-angsur menjadi lebih sering dan lebih parah
  • Mual atau muntah yang tidak dapat dijelaskan
  • Masalah penglihatan, seperti penglihatan kabur, penglihatan ganda atau kehilangan penglihatan tepi
  • Hilangnya sensasi atau gerakan secara bertahap di lengan atau kaki
  • Kesulitan dengan keseimbangan
  • Kesulitan bicara
  • Merasa sangat lelah
  • Kebingungan dalam masalah sehari-hari
  • Kesulitan membuat keputusan
  • Ketidakmampuan untuk mengikuti perintah sederhana
  • Perubahan kepribadian atau perilaku
  • Kejang, terutama pada seseorang yang tidak memiliki riwayat kejang
  • Masalah pendengaran

Penyebab tumor otak

Tumor otak primer dimulai ketika sel-sel normal mengalami perubahan (mutasi) dalam DNA mereka. DNA sel berisi instruksi yang memberi tahu sel, apa yang harus dilakukan.

Mutasi memberitahu sel-sel untuk tumbuh dan membelah dengan cepat dan terus hidup ketika sel-sel sehat akan mati. Hasilnya adalah massa sel abnormal, yang membentuk tumor.

Pada orang dewasa, tumor otak primer jauh lebih jarang dilaporkan daripada tumor otak sekunder, di mana kanker dimulai di tempat lain dan menyebar ke otak.

Penyebab tumor otak kerap tidak jelas. Namun, dokter melihat beberapa faktor risiko tumor otak di dua hal berikut.

  • Paparan radiasi

Orang yang terkena jenis radiasi yang disebut radiasi pengion memiliki peningkatan risiko tumor otak. Contoh radiasi pengion termasuk terapi radiasi yang digunakan untuk mengobati kanker dan paparan radiasi yang disebabkan oleh bom atom.

  • Riwayat keluarga tumor otak

Sebagian kecil tumor otak terjadi pada orang dengan riwayat keluarga tumor otak atau riwayat keluarga dengan sindrom genetik yang meningkatkan risiko tumor otak.



Simak Video "Verawaty Fajrin Meninggal karena Kanker Paru, Apa saja gejalanya?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)