Senin, 04 Okt 2021 08:55 WIB

10 Provinsi dengan Kasus Aktif COVID-19 Tertinggi, Siap Kejar Herd Immunity?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Corona di Indonesia. (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Kelanjutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel akan ditentukan hari ini. Sejumlah provinsi terus mengalami penurunan tren COVID-19 termasuk kasus aktif, hingga kasus kematian Corona.

Dalam sepekan terakhir, kasus aktif di sejumlah wilayah tak lagi berada di 10 ribu kasus. Seluruh provinsi di Indonesia melaporkan pasien COVID-19 di bawah angka 10 ribu.

Berdasarkan laporan Satgas COVID-19 per Minggu (3/10/2021), berikut daftar 10 besar provinsi penyumbang kasus aktif COVID-19 terbanyak.

  • Jawa Tengah: 3.214 kasus
  • Kalimantan Utara: 3.101 kasus
  • Jawa Barat: 2.721 kasus
  • Papua: 1.803 kasus
  • DKI Jakarta 1.745 kasus
  • Sulawesi Selatan: 1.719 kasus
  • Aceh: 1.512 kasus
  • Jawa Timur: 1.488 kasus
  • Sumatera Utara: 1.423 kasus
  • Kalimantan Tengah: 1.394 kasus

Kumulatif kasus sembuh Corona di Indonesia paling banyak disumbang DKI Jakarta dengan mencatat lebih dari 800 ribu pasien. Sementara kumulatif kasus kematian COVID-19 terbanyak berada di Jawa Tengah dengan nyaris 30 ribu kasus.

Diprediksi herd immunity

Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Tri Yunis Miko Wahyono menilai Indonesia bisa saja mencapai herd immunity di Desember. Hal ini mengacu pada cakupan vaksinasi yang ditargetkan sudah melampaui 50 persen.

"Orang yang terinfeksi mungkin 50 persen, jadi kalau herd immunity mungkin baru 70 persen yang punya antibodi."

"Vaksinasi pada Desember 2021, Indonesia sudah 60 atau 50 persen lebih untuk dua dosis dan diberikan secara merata di kabupaten atau kota. Paling tidak pada Desember 2021, kita mencapai yang 2 dosis, 50 persen," pungkas dia.



Simak Video "WHO Jelaskan Penyebab Kasus 'Florona' Bisa Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)