Kamis, 07 Okt 2021 08:25 WIB

Varian Baru Corona di DKI Meningkat Jadi 1.072 Kasus!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus Corona Varian Delta Melonjak di RI, Ini Fakta-faktanya Varian baru Corona di DKI Jakarta meningkat. (Foto: Getty Images/loops7)
Jakarta -

COVID-19 varian baru terus meningkat di DKI Jakarta, totalnya sudah melampaui seribu kasus. Misalnya, varian Delta dari semula per 25 September tercatat 991 kasus, kini bertambah 23 kasus sehingga totalnya mencapai 1.023.

DKI Jakarta menjadi provinsi paling banyak menyumbang varian baru Corona. Di catatan Balitbangkes Kemenkes RI per 2 Oktober terkait identifikasi varian Alpha, DKI Jakarta juga memimpin, dengan temuan terbanyak ketimbang provinsi lainnya, yaitu 37 kasus. Begitu pula dengan varian Beta, DKI di posisi pertama identifikasi kasus tertinggi, melaporkan 12 kasus.

Total varian baru Corona di DKI Jakarta seluruhnya mencapai 1.072 kasus.

Sementara dalam tren COVID-19 harian, kasus baru di ibu kota juga masih menjadi penyumbang terbanyak di Indonesia. Ada 203 orang yang terinfeksi COVID-19.

Sebelumnya, pakar memprediksi DKI Jakarta sudah mencapai herd immunity. Hal ini dikarenakan gabungan dari herd immunity alamiah dengan jumlah cakupan vaksinasi yang dicapai.

Meski begitu, DKI Jakarta masih berstatus PPKM Level 3. Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan wilayah aglomerasi Jabodetabek belum turun karena masih ada yang belum mencapai target vaksinasi.

"Aglomerasi Jabodetabek belum turun karena masih ada di kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, dan Bekasi ini masih kekurangan vaksinasi level 3," ujar Luhut dalam konferensi pers, Senin (4/10/2021).

Berikut laporan terbaru varian baru Corona per 2 Oktober berdasarkan catatan Balitbangkes Kemenkes RI.

Varian Delta: 3.160 kasus

  • Aceh: 53 kasus
  • Sumatera Utara: 86 kasus
  • Sumatera Barat: 75 kasus
  • Bengkulu: 18 kasus
  • Sumatera Selatan: 58 kasus
  • Jambi: 80 kasus
  • Kepulauan Riau: 7 kasus
  • Kepulauan Bangka Belitung: 42 kasus
  • Riau: 30 kasus
  • Lampung: 6 kasus
  • Banten: 28 kasus
  • Jawa Barat: 456 kasus
  • DKI Jakarta: 1.023 kasus
  • DIY: 20 kasus
  • Jawa Timur: 49 kasus
  • Jawa Tengah: 202 kasus
  • Bali: 33 kasus
  • Nusa Tenggara Barat: 64 kasus
  • Nusa Tenggara Timur: 102 kasus
  • Kalimantan Tengah: 3 kasus
  • Kalimantan Barat: 37 kasus
  • Kalimantan Timur: 299 kasus
  • Kalimantan Utara: 59 kasus
  • Kalimantan Selatan: 41 kasus
  • Sulawesi Selatan: 24 kasus
  • Sulawesi Utara: 36 kasus
  • Sulawesi Tengah: 51 kasus
  • Sulawesi Tenggara: 20 kasus
  • Sulawesi Barat: 22
  • Gorontalo: 1 kasus
  • Maluku: 19 kasus
  • Maluku Utara: 43 kasus
  • Papua: 12 kasus
  • Papua Barat: 15 kasus

Varian Beta: 22 Kasus

  • DKI Jakarta: 12 kasus
  • Jawa Barat: 7 kasus
  • Jawa Timur: 2 kasus
  • Bali: 1 kasus

Varian Alpha: 65 kasus

  • Sumatera Utara: 2 kasus
  • Riau: 1 kasus
  • Sumatera Selatan: 1 kasus
  • Lampung: 1 kasus
  • Kepulauan Riau: 7 kasus
  • DKI Jakarta: 37 kasus
  • Jawa Barat: 11 kasus
  • Jawa Timur: 2 kasus
  • Jawa Tengah: 1 kasus
  • Kalimantan Selatan: 1 kasus
  • Bali: 1 kasus


Simak Video "Faktor yang Memengaruhi Keparahan Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)