ADVERTISEMENT

Kamis, 07 Okt 2021 10:36 WIB

4 Fakta Vaksin Zifivax Buatan Anhui yang Tengah Menanti Izin BPOM RI

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Jakarta -

Vaksin Zifivax buatan Anhui adalah salah satu vaksin yang menjalani uji klinis fase III di Indonesia. Kabarnya, vaksin ini akan segera mendapat izin dari BPOM RI.

Sebagai info, vaksin ini dikembangkan oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, asal China. Menurut salah satu penelitinya, dr Rodman Tarigan Girsang, SpA(K), M.Kes vaksin berbasis protein sub unit rekombinan ini pada Agustus lalu sedang dalam uji klinik fase 3.

"Benar, vaksin Zifivax dari Anhui sedang berada dalam uji klinis fase 3 di mana penelitian ini dilakukan di Bandung dan Jakarta dengan total 4.000 subjek penelitian," ujar dr Rodman yang merupakan principal investigator dalam riset tersebut, dalam perbincangan dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Berikut 4 fakta vaksin Zifivax-Anhui:

1. Berbaris protein rekombinan

Vaksin Zivifax menggunakan sebagian dari komponen virus untuk memicu respons imun. Teknologi ini lebih aman bagi pasien immunocompromised.

"Vaksin subunit telah dipilih secara khusus karena kemampuannya untuk merangsang sel-sel kekebalan dengan menggabungkannya dengan organisme lain, dalam hal ini Zifivax menggunakan Chinese Hamster Ovary (CHO cell)," jelas dr Rodman kepada detikcom, Kamis, (26/8/2021).

Vaksin ini juga berbeda dengan vaksin COVID-19 yang mengusung platform inactivated. Pada platform inactivated, virus diberikan dengan kondisi RNA yang sudah dihancurkan sehingga tidak berisiko menggandakan diri di tubuh manusia.

2. Efek samping

Dari data lapangan yang ditemui dr Rodman menyebut KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) untuk vaksin Zifivax di antaranya:

  • nyeri pada tempat suntikan
  • demam
  • nyeri kepala.

3. Diberikan dalam 3 dosis

Relawan uji klinis vaksin COVID-19 Anhui akan mendapatkan tiga kali suntikan dalam interval satu bulan sekali. Pemberian tiga dosis vaksin ini ditujukan untuk memberikan perlindungan yang lebih aman bagi relawan.

"Setiap relawan mendapatkan tiga kali penyuntikan dengan interval waktu satu bulan. Dengan pemberian tiga kali dosis vaksin akan memberikan perlindungan yang lebih aman, kemungkinan besar mulai turun (proteksinya) kalau dua," ujar peneliti utama uji klinis vaksin COVID-19 Anhui, Rodman Tarigan, di RSP Unpad, Kota Bandung, Selasa (2/3/2021).

4. Uji Klinis di 6 Rumah Sakit

Dilakukannya uji klinis fase III ini di bawah persetujuan Komite Etik RS Hasan Sadikin dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Terdapat 6 rumah sakit yang dijadikan lokasi uji klinis fase III, yakni:

  • RSUP Hasan Sadikin
  • RS Immanuel
  • RS Unggul Karsa Medika
  • RSIA Limijati
  • RS Advent
  • RS Al-Ihsan.

Selain di Indonesia, uji klinis Fase III vaksin Zifivax-Anhui juga dilaksanakan di Ekuador, China, Pakistan, dan Uzbekistan.

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT