Jumat, 08 Okt 2021 16:32 WIB

Turki Bandingkan Efek Booster Vaksin Pfizer Vs Sinovac, Ini Hasilnya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
DKI Jakarta sudah mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 jenis Pfizer, salah satunya bisa dilakukan di BPSDM Kemenkes.  Seperti apa suasananya? Vaksin Pfizer. (Foto: Andhika Prasetya)
Jakarta -

Sebuah riset di Turki membandingkan efek vaksin Pfizer dan vaksin Sinovac untuk dosis ketiga. Disebutkan penerima dua dosis Sinovac akan mendapatkan perlindungan yang lebih tinggi ketimbang menggunakan booster Sinovac.

Dilaporkan Daily Sabah, Kelompok Penasihat Ilmiah Coronavirus Kementerian Kesehatan Turki telah membahas hal ini dan akan segera mengumumkan aturan untuk dosis ketiga.

Studi dari Marina Celal Bayar University Turki ini melibatkan 1.053 tenaga kesehatan di RS Universitas Hafsa Sultan University yang mendapatkan dosis ketiga vaksin COVID-19.

Tenaga kesehatan yang menerima suntikan booster vaksin Pfizer ditemukan memiliki tingkat antibodi yang lebih tinggi, dianggap sebagai penanda kemanjuran vaksin, dibandingkan mereka yang menerima dosis ketiga vaksin CoronaVac Sinovac, bila diukur 28 hingga 45 hari setelahnya.

Menurut hasil awal studi, hanya sebagian kecil petugas kesehatan di rumah sakit yang menerima booster vaksin Pfizer terinfeksi COVID-19 dibandingkan penerima booster CoronaVac.

"Vaksin [Pfizer/BioNTech] yang diberikan pada vaksin dosis ketiga menunjukkan keunggulan yang signifikan dalam perlindungan, baik dalam hal tingkat antibodi maupun status penyakit, dibandingkan dengan vaksin CoronaVac dosis ketiga," kata para peneliti dikutip dari SCMP.

Namun peneliti menambahkan hampir 500 peserta yang menerima tiga dosis vaksin sudah mencapai tingkat antibodi pelindung, terlepas dari preferensi vaksin dosis ketiga.

Staf rumah sakit yang termasuk dalam penelitian ini divaksinasi pada bulan Januari, ketika Turki memulai peluncuran CoronaVac, dan menerima dosis kedua mereka pada bulan Februari.

Pada bulan Juli, Turki mulai menawarkan suntikan booster kepada pekerja rumah sakit karena kekhawatiran yang berkembang tentang varian Delta dan efektivitas CoronaVac terhadap strain yang sangat menular.

Para peneliti memperingatkan bahwa studi mengenai keakuratan data usai booster vaksin Pfizer atau CoronaVac oleh sedikitnya jumlah infeksi dan kemungkinan kasus yang terlewatkan.



Simak Video "FDA: Booster Vaksin Pfizer Hasilkan Respons Imunitas Tinggi, Tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)