Minggu, 10 Okt 2021 18:22 WIB

Stres oleh Kerjaan di Hari Kesehatan Mental Sedunia? Ini Tipsnya

Salwa Aisyah Sheilanabilla - detikHealth
ilustrasi remaja lelah Hari kesehatan mental sedunia (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Diperingati setiap tanggal 10 Oktober, Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day bertujuan untuk mengingatkan kembali pentingnya kesehatan mental sekaligus menyadarkan masyarakat akan masalah kesehatan mental, terutama di tengah pandemi.

Selama pandemi COVID-19, isu kesehatan mental menjadi sorotan lantaran pembatasan kegiatan dan batas waktu yang tidak jelas bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan gangguan kesehatan mental

Selain bekerja, banyak juga orang yang dibebani tanggung jawab lain seperti mengurus anak, menyiapkan makanan keluarga, membereskan rumah, dan mengurus keperluan rumah tangga lainnya.

Tak jarang hal ini bisa membuat batas waktu antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi tidak jelas. Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi.

Nyatanya, memiliki kehidupan yang seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi atau yang disebut juga work-life balance menjadi kunci penting untuk menjaga kesehatan mental.

Dijelaskan oleh Pakar karir dan CEO dari salah satu agensi pekerja, Chris Chancey, keseimbangan kehidupan kerja yang baik memiliki banyak dampak positif, termasuk mengurangi stres, risiko kelelahan yang lebih rendah, dan rasa sejahtera yang lebih besar.

Dikutip dari Business News Daily, berikut lima cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan work-life balance.

1. Pahami bahwa tidak ada work-life balance yang sempurna

Hal pertama yang harus dilakukan adalah sadari bahwa tidak ada work-life balance yang sempurna. Tak sedikit yang membayangkan work-life balance berarti akan memiliki semua hari yang produktif saat bekerja dan selesai lebih awal untuk menghabiskan separuh hari lainnya bersama teman atau keluarga.

Pada kenyataannya, mungkin akan ada suatu waktu di mana hari akan jauh lebih sibuk mengurus pekerjaan, sementara di hari lainnya bisa fokus menghabiskan waktu bersama keluarga atau sekadar melakukan hobi.

2. Prioritaskan kesehatan

Penting untuk selalu mengutamakan kesehatan, bukan hanya hanya fisik, tetapi juga emosional dan mental perlu menjadi perhatian utama.

Jika sedang mengalami depresi atau kecemasan dan memerlukan terapi, masukan hal tersebut ke dalam jadwal rutin. Sementara, jika merasa sakit dan perlu istirahat jangan ragu untuk berbicara pada atasan dan mengambil waktu cuti.

Jangan khawatirkan pekerjaan. Berbagi kerjaan dengan rekan kerja jika memungkinkan. Hal ini juga bisa diterapkan dalam kehidupan rumah tangga, dengan mengajarkan anggota keluarga untuk ikut membantu membereskan rumah.

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Pandemi Sebabkan Masalah Kesehatan Mental Indonesia Meningkat 9 Persen"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)