Senin, 11 Okt 2021 06:00 WIB

Gambar Ini Tampak Bergerak-gerak? Tenang, Tidak Ada Kaitannya dengan Stres

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
tes kadar stres Ilusi optik membuat gambar ini tampak bergerak.
Jakarta -

Ada banyak metode yang bisa dipakai untuk mengukur kadar stres seseorang. Tetapi yang pasti, kadar stres tidak bisa diukur hanya dengan melihat gambar yang tampak bergerak-gerak karena efek ilusi optik.

Beberapa contoh 'tes gambar bergerak' pernah dimuat detikcom sebelumnya. Terlihat dari komentar para pembaca yang mencoba melihatnya, ternyata hasilnya tidak mewakili kondisi stresnya.

"Gak ada yg bergerak, apa iya gua orang yg gak punya beban?" kata seorang pembaca, Derry, di kolom komentar.

Tenang, beragam versi 'tes gambar bergerak' umumnya hanya untuk hiburan. Tidak ada dasar ilmiah yang mengaitkan gambar-gambar yang memuat ilusi optik itu dengan kadar stres seseorang.

Dikutip dari BBC, gambar-gambar yang sering dipakai dalam 'tes gambar bergerak' adalah karya seorang seniman Ukraina, Yurii Perepadia. Sang seniman memastikan, karyanya tidak ada hubungannya sama sekali dengan stres.

"Saya menggambar ilusi optik ini dengan Adobe Illustrator pada 26 September, 2016," tulisnya.

[Gambas:Instagram]




"Untuk membuatnya, saya memakai efek Akiyoshi Kitaoka. Ini adalah goresan hitam dan putih di atas latar belakang berwarna, yang memicu pergerakan pada penglihatan dan ini tampak pada seseorang bahwa detail dalam gambar ini bergerak-gerak," jelasnya.

Dalam sebuah unggahan yang sempat viral di media sosial, gambar-gambar ilusi optik buatan Yurii dinarasikan sebagai metode tes mengukur stres yang diciptakan oleh ahli psikoterapi dari Jepang, Yamamoto Hashima. Disebutkan, seseorang memiliki kadar stres tinggi akan melihat gambar tersebut bergerak lebih cepat.

Dipastikan, klaim ini adalah hoax.

Terpenting, pakar-pakar kesehatan mental seperti psikolog atau psikiater jauh lebih kompeten dalam menganalisis kadar stres. Demi mendapatkan tindak lanjut yang tepat, tidak disarankan untuk melakukan self-diagnosis dengan metode apapun.



Simak Video "Mengenal Hari Kesehatan Mental Sedunia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)