Senin, 11 Okt 2021 09:15 WIB

Bertambah Lagi, Ini Daftar Negara Setop Sementara Vaksin Moderna di Usia Muda

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Menurut peneliti, vaksin buatan Modern Inc dikabarkan mampu untuk menangkal COVID-19 varian Delta. Ilustrasi vaksin COVID-19 Moderna. (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Laporan peningkatan kasus miokarditis atau peradangan jantung usai vaksinasi Moderna dilaporkan di sejumlah negara. Terutama di beberapa negara Eropa.

Mereka memilih menghentikan vaksin Moderna di usia dewasa muda, mulai 30 tahun ke bawah. Kejadian miokarditis juga disebut terjadi pada usia remaja, terlebih setelah menerima vaksin COVID-19 Moderna dosis kedua.

Menyusul negara Eropa lainnya, teranyar Islandia ikut menunda penggunaan vaksin Moderna dikarenakan kasus peradangan jantung juga tercatat meningkat di usia dewasa muda, lebih banyak terjadi pada pria. Berikut rangkuman detikcom terkait daftar negara yang menunda vaksin Moderna, hingga Senin (11/10/2021)

1. Islandia

Islandia akhirnya memilih menggunakan vaksin Pfizer di tengah penyetopan vaksin Moderna. Stok vaksin Pfizer masih tersedia, saat pemerintah memilih untuk mengedepankan kehati-hatian saat catatan miokarditis meningkat.

"Karena pasokan vaksin Pfizer cukup di wilayah itu ... kepala ahli epidemiologi telah memutuskan untuk tidak menggunakan vaksin Moderna di Islandia," kata sebuah pernyataan yang diterbitkan di situs web Direktorat Kesehatan.

2. Finlandia

Vaksin Moderna ditangguhkan, Direktur Institut Kesehatan Finlandia, Mika Salminen, menegaskan Finlandia akan memberikan vaksin Pfizer-BioNTech pada pria yang lahir tahun 1991 dan setelahnya. Begitu juga untuk kelompok usia 12 tahun ke atas.

"Sebuah studi Nordik yang melibatkan Finlandia, Swedia, Norwegia dan Denmark menemukan bahwa pria di bawah usia 30 tahun yang menerima vaksin Moderna Spikevax memiliki risiko sedikit lebih tinggi daripada yang lain dalam mengembangkan miokarditis," jelas dia, dikutip dari Channel News Asia.

3. Swedia

Swedia menjadi salah satu negara yang pertama kali menghentikan vaksin Moderna pada usia dewasa muda karena adanya peningkatan miokarditis dan perikarditis. Swedia meyakini keduanya memiliki kaitan yang jelas.

"Hubungannya sangat jelas ketika menyangkut vaksin Spikevax Moderna, terutama setelah dosis kedua," kata badan kesehatan itu, sembari menambahkan risiko terkena sangat kecil.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pfizer Uji Coba Vaksin untuk Anak 2-5 Tahun, Hasilnya Belum Berhasil"
[Gambas:Video 20detik]