Heboh Virus Yezo Menular Lewat Gigitan Kutu, Begini Urutan Gejala Infeksinya

Heboh Virus Yezo Menular Lewat Gigitan Kutu, Begini Urutan Gejala Infeksinya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Senin, 11 Okt 2021 09:30 WIB
Heboh Virus Yezo Menular Lewat Gigitan Kutu, Begini Urutan Gejala Infeksinya
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Peneliti Jepang baru-baru ini mengidentifikasi temuan virus misterius baru yang disebut 'virus Yezo'. Diketahui, virus ini menular lewat gigitan kutu dan menyebabkan sederet gejala seperti demam, penurunan trombosit dan sel darah putih, serta gangguan fungsi hati. Lantas, berbahayakah virus baru ini?

"Setidaknya tujuh orang telah terinfeksi virus baru ini di Jepang sejak 2014," kata Dr Keita Matsuno, ahli virologi di Institut Internasional untuk Pengendalian Zoonosis di Universitas Hokkaido, dikutip dari Sci News, Senin (11/10/2021).

Penelitian terkait virus Yezo ini dipublikasi melalui jurnal Nature Communications.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awalnya, virus Yezo ditemukan pada seorang pria berusia 41 tahun yang dirawat di rumah sakit pada 2019. Ia mengalami gejala demam dan nyeri di kaki setelah digigit serangga, diyakini adalah kutu. Diketahui, pada pertengahan Mei 2019, ia sempat mengunjungi kawasan hutan dekat Sapporo selama kurang lebih 4 jam.

"Keesokan harinya, dia melihat dan mengeluarkan artropoda yang menempel di perut kanannya. Empat hari setelah mengunjungi hutan, dia mengalami demam lebih dari 39 derajat Celcius, diikuti dengan gangguan gaya berjalan dan nyeri kaki," terang para peneliti.

ADVERTISEMENT

"Setelah demam berlanjut selama 4 hari, dia dirawat di rumah sakit kami dengan suhu 38,9 derajat Celcius. Saat masuk, tinjauan sistem negatif kecuali untuk demam, kehilangan nafsu makan, dan nyeri ekstremitas bawah bilateral," sambungnya.

Pasien tersebut dipulangkan setelah dua minggu perawatan, Namun, hasil tes tidak menunjukkan adanya infeksi virus akibat kutu.

Setahun setelahnya, muncul seorang pasien berusia 59 tahun dengan gejala serupa. Ia tak memiliki riwayat medis yang berat, namun diketahui tinggal di Sapporo, Hokkaido.

Pasien sempat mendaki gunung dekat Sapporo pada pertengahan Juli 2020. Di pendakian, ia sempat digigit serangga tak dikenal di bagian kaki. Serangga tersebut sempat menempel selama setidaknya 30 menit.

"Dia tetap dalam kondisi kesehatannya yang biasa sampai 9 hari setelah pendakian ketika dia kehilangan nafsu makan dan kemudian, mengalami demam 37,4 derajat Celcius pada 17 hari setelah pendakian," terang peneliti.

"Setelah dua kali kunjungan ke rumah sakit yang berbeda pada hari ke 3 dan 4 setelah timbulnya demam, di mana ia ditemukan mengalami demam (38,5 derajat Celcius pada hari ke 3) dengan leukopenia dan trombositopenia, ia mengunjungi rumah sakit kami pada hari ke 5 pasca-onset, demam," sambungnya.

Dari mana asalnya?

Analisis genetik virus dari sampel darah kedua pasien mengungkapkan jenis baru orthonairovirus, yang paling dekat hubungannya dengan virus Sulina dan virus Tamdy, yang terdeteksi di Rumania dan Uzbekistan.

Untuk mendeteksi sumber virus, tim menyaring kumpulan sampel yang diperoleh dari hewan liar di daerah itu antara 2010 dan 2020. Mereka menemukan antibodi untuk virus di rusa sika Hokkaido dan rakun, serta RNA virus pada tiga spesies kutu utama di Hokkaido.

"Virus Yezo tampaknya telah menyebar di Hokkaido, dan kemungkinan besar virus tersebut menyebabkan penyakit ketika ditularkan ke manusia dari hewan melalui kutu," kata Dr. Matsuno.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Epidemiolog Ingatkan Bahaya 'Super Flu' untuk Kelompok Rentan"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

Berita Terkait